SMA Kebumian OSN

1 / 20

Pada penampang geologi, pengendapan serpih terjadi paling bawah, kemudian pengendapan batulanau menindihnya. Setelah itu intrusi dike diabas memotong kedua lapisan, lalu pembentukan sesar geser kanan menggeser seluruh satuan, dan paling atas terbentuk pengendapan konglomerat penutup. Manakah urutan kejadian dari tua ke muda yang benar?

2 / 20

Sampel mineral menunjukkan terasa licin/berminyak, kekerasan 1, dan berwarna pucat. Mineral apakah yang paling mungkin?

3 / 20

Di Gunung Rinjani, Bouguer -80mGal root Airy vs Te 10km flexural. Jelaskan mekanisme fisik utama dan hukum relevan (Wells-Coppersmith L=10^(0.59M-2.44), Mogi ΔV=πa²Δh, Airy r=hρc/(ρm-ρc), atau Bowen), hitung parameter kuantitatif (slip deficit = rate×time, volume magma, root isostasi, atau faktor keamanan), dan evaluasi model alternatif yang salah serta susun mitigasi berbasis sains.

4 / 20

Berdasarkan data multi-platform, Frontogenesis di Manado – reanalysis ERA5 – 41 Frontogenesis di Manado – reanalysis ERA5 – 41. Kerjakan: (a) jelaskan dinamika (MJO Kelvin-Rossby, IOD Bjerknes, siklon WISHE, orografis Froude, cold surge), (b) hitung LCL=125(T-Td), CAPE=∫RdΔTv dlnp, K-index=(T850-T500)+Td850-(T700-Td700), shear 0-6km, (c) prediksi dampak hujan/banjir/kabut asap di Kalimantan Selatan dan kaitan deforestasi 30% serta aerosol, bedakan konvektif 50dBZ vs stratiform bright band.

5 / 20

Berdasarkan data multi-platform, Busur Sunda – AFT apatite – varian 127 – analisis Busur Sunda – AFT apatite – varian 127 – analisis multi-sensor. Lakukan: (a) identifikasi mekanisme (subduksi/obduksi/dome collapse/likuifaksi/isostasi/Bowen) dengan hukum (Wells-Coppersmith L=10^(0.59M-2.44), Mogi ΔV=πa²Δh, Airy r=hρc/(ρm-ρc)), (b) kalkulasi kuantitatif spesifik lokasi (misal slip deficit = rate×time, root, volume, FS likuefaksi), (c) tolak model alternatif (creep vs locked, Airy vs Pratt, open vs closed degassing) dan susun mitigasi KRB/polder/tata ruang untuk Banjarmasin/Bandung/Padang.

6 / 20

Observasi langsung di Cold surge 1040hPa cross-equatorial 15m/s di Surab Cold surge 1040hPa cross-equatorial 15m/s di Surabaya – sounding 00Z – 170. Kerjakan: (a) jelaskan dinamika (MJO Kelvin-Rossby, IOD Bjerknes, siklon WISHE, orografis Froude, cold surge), (b) hitung LCL=125(T-Td), CAPE=∫RdΔTv dlnp, K-index=(T850-T500)+Td850-(T700-Td700), shear 0-6km, (c) prediksi dampak hujan/banjir/kabut asap di Kalimantan Selatan dan kaitan deforestasi 30% serta aerosol, bedakan konvektif 50dBZ vs stratiform bright band.

7 / 20

Pada penampang geologi, pengendapan batulanau terjadi paling bawah, kemudian pengendapan batugamping menindihnya. Setelah itu intrusi retas andesit memotong kedua lapisan, lalu pembentukan sesar geser kiri menggeser seluruh satuan, dan paling atas terbentuk pengendapan batulempung muda. Manakah urutan kejadian dari tua ke muda yang benar?

8 / 20

Di Gunung Rinjani, supershear 4.1km/s Mach cone likuefaksi Petobo. Jelaskan mekanisme fisik utama dan hukum relevan (Wells-Coppersmith L=10^(0.59M-2.44), Mogi ΔV=πa²Δh, Airy r=hρc/(ρm-ρc), atau Bowen), hitung parameter kuantitatif (slip deficit = rate×time, volume magma, root isostasi, atau faktor keamanan), dan evaluasi model alternatif yang salah serta susun mitigasi berbasis sains.

9 / 20

Kasus lapangan Low level jet 25m/s nocturnal MCS di Samarind menunjukkan anomali Low level jet 25m/s nocturnal MCS di Samarinda – sounding 00Z – 79. Kerjakan: (a) jelaskan dinamika (MJO Kelvin-Rossby, IOD Bjerknes, siklon WISHE, orografis Froude, cold surge), (b) hitung LCL=125(T-Td), CAPE=∫RdΔTv dlnp, K-index=(T850-T500)+Td850-(T700-Td700), shear 0-6km, (c) prediksi dampak hujan/banjir/kabut asap di Kalimantan Selatan dan kaitan deforestasi 30% serta aerosol, bedakan konvektif 50dBZ vs stratiform bright band.

10 / 20

Hail wet bulb zero updraft 20m/s di Biak. Jelaskan dinamika atmosfer (MJO Kelvin-Rossby, IOD Bjerknes, siklon WISHE, cold surge, orografis Froude), hitung LCL=125(T-Td), CAPE, K-index, LI, shear 0-6 km, dan prediksi dampak hujan/banjir/kabut asap di Kalimantan Selatan serta bedakan konvektif 50 dBZ vs stratiform bright band.

11 / 20

Hail wet bulb zero updraft 20m/s di Samarinda. Jelaskan dinamika atmosfer (MJO Kelvin-Rossby, IOD Bjerknes, siklon WISHE, cold surge, orografis Froude), hitung LCL=125(T-Td), CAPE, K-index, LI, shear 0-6 km, dan prediksi dampak hujan/banjir/kabut asap di Kalimantan Selatan serta bedakan konvektif 50 dBZ vs stratiform bright band.

12 / 20

Kasus lapangan Paralaks Gaia di Biak – V13 B-V0.95 paralaks2 menunjukkan anomali Paralaks Gaia di Biak – V13 B-V0.95 paralaks2.8mas 165. Hitung: (a) analisis fisis (Rp/Rs=√ΔF transit, M=-2.76logP-1.4 Cepheid, mass function bintang ganda M sin³i = P K³/2πG, SN Ia d=v/H0 v=zc), (b) koreksi ekstingsi Av=3.1E(B-V) dan distance modulus m-M=5logd-5+Av, (c) evaluasi bias Malmquist, false positive, dan follow-up TESS/GAIA/JWST.

13 / 20

Sampel mineral menunjukkan kekerasan sekitar 2,5 hingga 3, kilap kaca hingga mutiara, dan satu belahan sempurna. Mineral apakah yang paling mungkin?

14 / 20

Sampel mineral menunjukkan kekerasan 1, berwarna pucat, dan paling lunak pada skala Mohs. Mineral apakah yang paling mungkin?

15 / 20

Di Sesar Lembang Bandung, supershear 4.1km/s Mach cone likuefaksi Petobo. Jelaskan mekanisme fisik utama dan hukum relevan (Wells-Coppersmith L=10^(0.59M-2.44), Mogi ΔV=πa²Δh, Airy r=hρc/(ρm-ρc), atau Bowen), hitung parameter kuantitatif (slip deficit = rate×time, volume magma, root isostasi, atau faktor keamanan), dan evaluasi model alternatif yang salah serta susun mitigasi berbasis sains.

16 / 20

Interpretasi data primer Turbidit contourite di Timor – CTD 23C ADCP 0 Turbidit contourite di Timor – CTD 23C ADCP 0.3m/s 193. Analisis: (a) identifikasi water mass (STLW Smax 34.6, AAIW O2min) dan dinamika (Ekman Me=τ/ρf 90° kiri BBS, geostropik vg=g/f dη/dx, internal wave N, Kelvin wave), (b) hitung transport dan upwelling/downwelling, (c) dampak produktivitas tuna, navigasi kapal selam, dan RSLR Banjarmasin = subsidence 5-10cm/th + SLR 3.3mm/th + fingerprint.

17 / 20

Radiasi blackbody kesetimbangan energi di Biak. Jelaskan dinamika atmosfer (MJO Kelvin-Rossby, IOD Bjerknes, siklon WISHE, cold surge, orografis Froude), hitung LCL=125(T-Td), CAPE, K-index, LI, shear 0-6 km, dan prediksi dampak hujan/banjir/kabut asap di Kalimantan Selatan serta bedakan konvektif 50 dBZ vs stratiform bright band.

18 / 20

Pada penampang geologi, pengendapan serpih terjadi paling bawah, kemudian pengendapan batupasir menindihnya. Setelah itu intrusi urat granit memotong kedua lapisan, lalu pembentukan sesar geser kanan menggeser seluruh satuan, dan paling atas terbentuk pengendapan lapisan tuf muda. Manakah urutan kejadian dari tua ke muda yang benar?

19 / 20

Catatan seismogram menunjukkan Stasiun E: selisih S-P 23 detik; Stasiun B: selisih S-P 30 detik; Stasiun D: selisih S-P 20 detik; Stasiun C: selisih S-P 29 detik; Stasiun A: selisih S-P 35 detik. Stasiun mana yang paling jauh dari episentrum?

20 / 20

Catatan seismogram menunjukkan Stasiun E: selisih S-P 21 detik; Stasiun D: selisih S-P 12 detik; Stasiun C: selisih S-P 38 detik; Stasiun A: selisih S-P 40 detik; Stasiun B: selisih S-P 22 detik. Stasiun mana yang paling jauh dari episentrum?

Your score is

The average score is 0%

0%

Scroll to Top