SMA Kebumian OSN

1 / 20

Sampel mineral menunjukkan dua belahan hampir 90°, rantai tunggal silikat, dan prismatik. Mineral apakah yang paling mungkin?

2 / 20

Pada penampang geologi, pengendapan serpih terjadi paling bawah, kemudian pengendapan batupasir menindihnya. Setelah itu intrusi dike diabas memotong kedua lapisan, lalu pembentukan sesar naik menggeser seluruh satuan, dan paling atas terbentuk pengendapan konglomerat penutup. Manakah urutan kejadian dari tua ke muda yang benar?

3 / 20

Kekeringan 2019 El Nino + IOD+ curah hujan -50% di Kalsel hotspot 2000 titik. Jelaskan dinamika atmosfer, hitung LCL, CAPE, K-index, LI, shear, dan prediksi dampak hidrometeorologi di Kalsel serta bedakan konvektif vs stratiform.

4 / 20

Thermohaline NADW AABW warming 0.2C/dekade di Arafura. Identifikasi water mass dan dinamika (Ekman Me=τ/ρf 90° kiri BBS, geostropik vg=g/f dη/dx, internal wave, Kelvin wave), hitung transport dan upwelling/downwelling, dan evaluasi dampak produktivitas tuna, navigasi kapal selam, serta RSLR Banjarmasin subsidence 5-10 cm/tahun + SLR 3.3 mm/tahun.

5 / 20

Berdasarkan data multi-platform, Orografis Meratus Froude 0.8 seeder-feeder di Sama Orografis Meratus Froude 0.8 seeder-feeder di Samarinda – sounding 00Z – 48. Kerjakan: (a) jelaskan dinamika (MJO Kelvin-Rossby, IOD Bjerknes, siklon WISHE, orografis Froude, cold surge), (b) hitung LCL=125(T-Td), CAPE=∫RdΔTv dlnp, K-index=(T850-T500)+Td850-(T700-Td700), shear 0-6km, (c) prediksi dampak hujan/banjir/kabut asap di Kalimantan Selatan dan kaitan deforestasi 30% serta aerosol, bedakan konvektif 50dBZ vs stratiform bright band.

6 / 20

Di Sorong, Bouguer -80mGal root Airy vs Te 10km flexural. Jelaskan mekanisme fisik utama dan hukum relevan (Wells-Coppersmith L=10^(0.59M-2.44), Mogi ΔV=πa²Δh, Airy r=hρc/(ρm-ρc), atau Bowen), hitung parameter kuantitatif (slip deficit = rate×time, volume magma, root isostasi, atau faktor keamanan), dan evaluasi model alternatif yang salah serta susun mitigasi berbasis sains.

7 / 20

Interpretasi data primer QBO 28 bulan di Manado – Himawari-8 IR – 148 QBO 28 bulan di Manado – Himawari-8 IR – 148. Kerjakan: (a) jelaskan dinamika (MJO Kelvin-Rossby, IOD Bjerknes, siklon WISHE, orografis Froude, cold surge), (b) hitung LCL=125(T-Td), CAPE=∫RdΔTv dlnp, K-index=(T850-T500)+Td850-(T700-Td700), shear 0-6km, (c) prediksi dampak hujan/banjir/kabut asap di Kalimantan Selatan dan kaitan deforestasi 30% serta aerosol, bedakan konvektif 50dBZ vs stratiform bright band.

8 / 20

Klorofil 2 mg/m3 di selatan Jawa saat upwelling produktivitas tinggi. Identifikasi water mass dan dinamika Ekman, geostropik, internal wave, hitung transport, dan evaluasi dampak perikanan, navigasi, dan RSLR Banjarmasin.

9 / 20

ENSO recharge oscillator di Seram. Identifikasi water mass dan dinamika (Ekman Me=τ/ρf 90° kiri BBS, geostropik vg=g/f dη/dx, internal wave, Kelvin wave), hitung transport dan upwelling/downwelling, dan evaluasi dampak produktivitas tuna, navigasi kapal selam, serta RSLR Banjarmasin subsidence 5-10 cm/tahun + SLR 3.3 mm/tahun.

10 / 20

Studi komparatif Cepheid P10hari M-4.16 m12 Av0.5 distance modulus dengan Cepheid P10hari M-4.16 m12 Av0.5 distance modulus di Biak – V13 B-V0.70 paralaks13.6mas 9. Hitung: (a) analisis fisis (Rp/Rs=√ΔF transit, M=-2.76logP-1.4 Cepheid, mass function bintang ganda M sin³i = P K³/2πG, SN Ia d=v/H0 v=zc), (b) koreksi ekstingsi Av=3.1E(B-V) dan distance modulus m-M=5logd-5+Av, (c) evaluasi bias Malmquist, false positive, dan follow-up TESS/GAIA/JWST.

11 / 20

Monsun Asia-Australia di Manado. Jelaskan dinamika atmosfer (MJO Kelvin-Rossby, IOD Bjerknes, siklon WISHE, cold surge, orografis Froude), hitung LCL=125(T-Td), CAPE, K-index, LI, shear 0-6 km, dan prediksi dampak hujan/banjir/kabut asap di Kalimantan Selatan serta bedakan konvektif 50 dBZ vs stratiform bright band.

12 / 20

Batuan menunjukkan tekanan rendah di dekat intrusi dengan mineral andalusit dan cordierit pada setting metamorf kontak. Fasies metamorf apakah yang paling mungkin?

13 / 20

Kasus lapangan Radiasi blackbody di Biak – sounding 00Z – 89 menunjukkan anomali Radiasi blackbody di Biak – sounding 00Z – 89. Kerjakan: (a) jelaskan dinamika (MJO Kelvin-Rossby, IOD Bjerknes, siklon WISHE, orografis Froude, cold surge), (b) hitung LCL=125(T-Td), CAPE=∫RdΔTv dlnp, K-index=(T850-T500)+Td850-(T700-Td700), shear 0-6km, (c) prediksi dampak hujan/banjir/kabut asap di Kalimantan Selatan dan kaitan deforestasi 30% serta aerosol, bedakan konvektif 50dBZ vs stratiform bright band.

14 / 20

Pada penampang geologi, pengendapan batulanau terjadi paling bawah, kemudian pengendapan batupasir menindihnya. Setelah itu intrusi sill basaltik memotong kedua lapisan, lalu pembentukan sesar geser kanan menggeser seluruh satuan, dan paling atas terbentuk pengendapan konglomerat penutup. Manakah urutan kejadian dari tua ke muda yang benar?

15 / 20

Evaluasi terpadu Monsoon onset pentad 60 di Jakarta – rea Monsoon onset pentad 60 di Jakarta – reanalysis ERA5 – 146. Kerjakan: (a) jelaskan dinamika (MJO Kelvin-Rossby, IOD Bjerknes, siklon WISHE, orografis Froude, cold surge), (b) hitung LCL=125(T-Td), CAPE=∫RdΔTv dlnp, K-index=(T850-T500)+Td850-(T700-Td700), shear 0-6km, (c) prediksi dampak hujan/banjir/kabut asap di Kalimantan Selatan dan kaitan deforestasi 30% serta aerosol, bedakan konvektif 50dBZ vs stratiform bright band.

16 / 20

Sampel mineral menunjukkan kilap kaca hingga mutiara, kekerasan sekitar 2,5 hingga 3, dan berwarna gelap. Mineral apakah yang paling mungkin?

17 / 20

Kasus lapangan MJO fase 3 OLR -30W/m2 westerly burst Borneo menunjukkan anomali MJO fase 3 OLR -30W/m2 westerly burst Borneo Vortex di Samarinda – sounding 00Z – 8. Kerjakan: (a) jelaskan dinamika (MJO Kelvin-Rossby, IOD Bjerknes, siklon WISHE, orografis Froude, cold surge), (b) hitung LCL=125(T-Td), CAPE=∫RdΔTv dlnp, K-index=(T850-T500)+Td850-(T700-Td700), shear 0-6km, (c) prediksi dampak hujan/banjir/kabut asap di Kalimantan Selatan dan kaitan deforestasi 30% serta aerosol, bedakan konvektif 50dBZ vs stratiform bright band.

18 / 20

Interpretasi data primer Mentawai – karst dissolution – varian 204 – i Mentawai – karst dissolution – varian 204 – integrasi GPS-InSAR-seismik. Lakukan: (a) identifikasi mekanisme (subduksi/obduksi/dome collapse/likuifaksi/isostasi/Bowen) dengan hukum (Wells-Coppersmith L=10^(0.59M-2.44), Mogi ΔV=πa²Δh, Airy r=hρc/(ρm-ρc)), (b) kalkulasi kuantitatif spesifik lokasi (misal slip deficit = rate×time, root, volume, FS likuefaksi), (c) tolak model alternatif (creep vs locked, Airy vs Pratt, open vs closed degassing) dan susun mitigasi KRB/polder/tata ruang untuk Banjarmasin/Bandung/Padang.

19 / 20

Observasi langsung di MJO fase 3 OLR -30W/m2 westerly burst Borneo Vorte MJO fase 3 OLR -30W/m2 westerly burst Borneo Vortex di Jakarta – Himawari-8 IR – 107. Kerjakan: (a) jelaskan dinamika (MJO Kelvin-Rossby, IOD Bjerknes, siklon WISHE, orografis Froude, cold surge), (b) hitung LCL=125(T-Td), CAPE=∫RdΔTv dlnp, K-index=(T850-T500)+Td850-(T700-Td700), shear 0-6km, (c) prediksi dampak hujan/banjir/kabut asap di Kalimantan Selatan dan kaitan deforestasi 30% serta aerosol, bedakan konvektif 50dBZ vs stratiform bright band.

20 / 20

Sampel mineral menunjukkan sering merah muda, feldspar kalium, dan kekerasan 6. Mineral apakah yang paling mungkin?

Your score is

The average score is 77%

0%

Scroll to Top