SMA Kebumian OSN

1 / 20

Catatan seismogram menunjukkan Stasiun C: selisih S-P 50 detik; Stasiun B: selisih S-P 48 detik; Stasiun A: selisih S-P 28 detik; Stasiun D: selisih S-P 16 detik; Stasiun E: selisih S-P 12 detik. Stasiun mana yang paling jauh dari episentrum?

2 / 20

Kekeringan 2019 El Nino + IOD+ curah hujan -50% di Kalsel hotspot 2000 titik variasi 162. Jelaskan mekanisme dan hukum relevan, hitung kuantitatif spesifik lokasi, dan evaluasi model alternatif serta mitigasi berbasis sains.

3 / 20

Kasus lapangan Habitable zone runaway di Bosscha – V13 B-V0. menunjukkan anomali Habitable zone runaway di Bosscha – V13 B-V0.94 paralaks14.8mas 151. Hitung: (a) analisis fisis (Rp/Rs=√ΔF transit, M=-2.76logP-1.4 Cepheid, mass function bintang ganda M sin³i = P K³/2πG, SN Ia d=v/H0 v=zc), (b) koreksi ekstingsi Av=3.1E(B-V) dan distance modulus m-M=5logd-5+Av, (c) evaluasi bias Malmquist, false positive, dan follow-up TESS/GAIA/JWST.

4 / 20

Catatan seismogram menunjukkan Stasiun E: selisih S-P 15 detik; Stasiun C: selisih S-P 11 detik; Stasiun A: selisih S-P 46 detik; Stasiun B: selisih S-P 55 detik; Stasiun D: selisih S-P 49 detik. Stasiun mana yang paling jauh dari episentrum?

5 / 20

Di Busur Banda, supershear 4.1km/s Mach cone likuefaksi Petobo. Jelaskan mekanisme fisik utama dan hukum relevan (Wells-Coppersmith L=10^(0.59M-2.44), Mogi ΔV=πa²Δh, Airy r=hρc/(ρm-ρc), atau Bowen), hitung parameter kuantitatif (slip deficit = rate×time, volume magma, root isostasi, atau faktor keamanan), dan evaluasi model alternatif yang salah serta susun mitigasi berbasis sains.

6 / 20

Eddy SSH +20-15cm 200km vg0.8 baroclinic di Bone. Identifikasi water mass dan dinamika (Ekman Me=τ/ρf 90° kiri BBS, geostropik vg=g/f dη/dx, internal wave, Kelvin wave), hitung transport dan upwelling/downwelling, dan evaluasi dampak produktivitas tuna, navigasi kapal selam, serta RSLR Banjarmasin subsidence 5-10 cm/tahun + SLR 3.3 mm/tahun.

7 / 20

Komet C/2023 A3 Tsuchinshan-ATLAS magnitudo -2 ekor 20° variasi 139. Jelaskan dinamika atmosfer, hitung LCL, CAPE, K-index, LI, shear, dan prediksi dampak hidrometeorologi di Kalsel serta bedakan konvektif vs stratiform.

8 / 20

Sampel mineral menunjukkan warna putih ke abu, feldspar natrium-kalsium, dan memiliki striasi. Mineral apakah yang paling mungkin?

9 / 20

Kasus lapangan Orografis Meratus Froude 0.8 seeder-feeder di menunjukkan anomali Orografis Meratus Froude 0.8 seeder-feeder di Timor – reanalysis ERA5 – 194. Kerjakan: (a) jelaskan dinamika (MJO Kelvin-Rossby, IOD Bjerknes, siklon WISHE, orografis Froude, cold surge), (b) hitung LCL=125(T-Td), CAPE=∫RdΔTv dlnp, K-index=(T850-T500)+Td850-(T700-Td700), shear 0-6km, (c) prediksi dampak hujan/banjir/kabut asap di Kalimantan Selatan dan kaitan deforestasi 30% serta aerosol, bedakan konvektif 50dBZ vs stratiform bright band.

10 / 20

Catatan seismogram menunjukkan Stasiun D: selisih S-P 25 detik; Stasiun E: selisih S-P 43 detik; Stasiun C: selisih S-P 22 detik; Stasiun A: selisih S-P 44 detik; Stasiun B: selisih S-P 53 detik. Stasiun mana yang paling jauh dari episentrum?

11 / 20

Sampel mineral menunjukkan kekerasan 1, terasa licin/berminyak, dan berwarna pucat. Mineral apakah yang paling mungkin?

12 / 20

Interpretasi data primer Salawati – sudut subduksi 45° vs 60° umur lit Salawati – sudut subduksi 45° vs 60° umur litosfer 130Ma – varian 272 – studi kasus lapangan terpadu. Lakukan: (a) identifikasi mekanisme (subduksi/obduksi/dome collapse/likuifaksi/isostasi/Bowen) dengan hukum (Wells-Coppersmith L=10^(0.59M-2.44), Mogi ΔV=πa²Δh, Airy r=hρc/(ρm-ρc)), (b) kalkulasi kuantitatif spesifik lokasi (misal slip deficit = rate×time, root, volume, FS likuefaksi), (c) tolak model alternatif (creep vs locked, Airy vs Pratt, open vs closed degassing) dan susun mitigasi KRB/polder/tata ruang untuk Banjarmasin/Bandung/Padang.

13 / 20

Di Gunung Merapi, AFT apatite uplift. Jelaskan mekanisme fisik utama dan hukum relevan (Wells-Coppersmith L=10^(0.59M-2.44), Mogi ΔV=πa²Δh, Airy r=hρc/(ρm-ρc), atau Bowen), hitung parameter kuantitatif (slip deficit = rate×time, volume magma, root isostasi, atau faktor keamanan), dan evaluasi model alternatif yang salah serta susun mitigasi berbasis sains.

14 / 20

Catatan seismogram menunjukkan Stasiun C: selisih S-P 25 detik; Stasiun B: selisih S-P 60 detik; Stasiun E: selisih S-P 30 detik; Stasiun D: selisih S-P 42 detik; Stasiun A: selisih S-P 8 detik. Stasiun mana yang paling jauh dari episentrum?

15 / 20

Anomali OLR -50 W/m2 di atas Kalimantan indikasi konveksi dalam aktif. Jelaskan dinamika atmosfer, hitung LCL, CAPE, K-index, LI, shear, dan prediksi dampak hidrometeorologi di Kalsel serta bedakan konvektif vs stratiform.

16 / 20

Palu Trench – Bowen olivin-pyroxene Eu anomaly – v Palu Trench – Bowen olivin-pyroxene Eu anomaly – varian 142 – integrasi GPS-InSAR-seismik. Lakukan: (a) identifikasi mekanisme (subduksi/obduksi/dome collapse/likuifaksi/isostasi/Bowen) dengan hukum (Wells-Coppersmith L=10^(0.59M-2.44), Mogi ΔV=πa²Δh, Airy r=hρc/(ρm-ρc)), (b) kalkulasi kuantitatif spesifik lokasi (misal slip deficit = rate×time, root, volume, FS likuefaksi), (c) tolak model alternatif (creep vs locked, Airy vs Pratt, open vs closed degassing) dan susun mitigasi KRB/polder/tata ruang untuk Banjarmasin/Bandung/Padang.

17 / 20

Asteroid Apophis 2029 close approach 0.1 LD dan Yarkovsky effect variasi 164. Jelaskan mekanisme dan hukum relevan, hitung kuantitatif spesifik lokasi, dan evaluasi model alternatif serta mitigasi berbasis sains.

18 / 20

Di Danau Toba, paleoseismik 3 event offset 1.5m GPS 6mm/th. Jelaskan mekanisme fisik utama dan hukum relevan (Wells-Coppersmith L=10^(0.59M-2.44), Mogi ΔV=πa²Δh, Airy r=hρc/(ρm-ρc), atau Bowen), hitung parameter kuantitatif (slip deficit = rate×time, volume magma, root isostasi, atau faktor keamanan), dan evaluasi model alternatif yang salah serta susun mitigasi berbasis sains.

19 / 20

Di Sesar Palu-Koro, rotasi 70° double subduction Grasberg. Jelaskan mekanisme fisik utama dan hukum relevan (Wells-Coppersmith L=10^(0.59M-2.44), Mogi ΔV=πa²Δh, Airy r=hρc/(ρm-ρc), atau Bowen), hitung parameter kuantitatif (slip deficit = rate×time, volume magma, root isostasi, atau faktor keamanan), dan evaluasi model alternatif yang salah serta susun mitigasi berbasis sains.

20 / 20

Pada penampang geologi, pengendapan batugamping terjadi paling bawah, kemudian pengendapan batulanau menindihnya. Setelah itu intrusi sill basaltik memotong kedua lapisan, lalu pembentukan sesar geser kiri menggeser seluruh satuan, dan paling atas terbentuk pengendapan endapan aluvial muda. Manakah urutan kejadian dari tua ke muda yang benar?

Your score is

The average score is 77%

0%

Scroll to Top