CPNS-Pranata Urusan Logistik (Manajemen gudang FIFO & operasi pasar)
1 / 20
Keputusan untuk memperlakukan pagu indikatif sebagai batas awal perencanaan yang masih dapat berubah sebelum alokasi final terutama mencerminkan prinsip …
Pagu indikatif: pagu indikatif menjadi acuan awal penyusunan rencana kerja dan anggaran, bukan dasar membuat komitmen belanja. Dalam kondisi ini, langkah yang tepat ialah memperlakukan pagu indikatif sebagai batas awal perencanaan yang masih dapat berubah sebelum alokasi final. Dasar verifikasi yang paling relevan adalah surat pagu indikatif dan dokumen pembahasan prioritas. Tanpa penerapan yang memadai, komitmen dibuat tanpa dasar anggaran final; karena itu tujuannya adalah memberi arah awal alokasi sambil menjaga ruang penajaman kebijakan.
2 / 20
Seorang pengelola PBJ menghadapi kondisi berikut: pekerjaan memiliki keluaran dan ruang lingkup pasti serta risiko kuantitas dapat dialokasikan kepada penyedia. Tindakan paling tepat adalah …
Kontrak lumsum: lumsum sesuai ketika ruang lingkup dan hasil dapat ditetapkan dengan pasti. Dalam kondisi ini, langkah yang tepat ialah menggunakan kontrak lumsum dengan harga total tetap untuk lingkup yang telah jelas. Dasar verifikasi yang paling relevan adalah dokumen lingkup final, jadwal, dan kriteria penerimaan. Tanpa penerapan yang memadai, perubahan volume sering terjadi sehingga sengketa pembayaran meningkat; karena itu tujuannya adalah memberi kepastian harga untuk output yang terdefinisi.
3 / 20
Pagu sebuah output Rp15.000.000.000 dan realisasi keuangannya Rp9.750.000.000. Berapa tingkat penyerapan?
Penyerapan = realisasi/pagu × 100% = Rp9.750.000.000/Rp15.000.000.000 × 100% = 65,00%. Nilai ini harus dibaca bersama capaian output.
4 / 20
Apabila penanganan kasus tersebut mengabaikan prinsip sistem nilai memperhitungkan kualitas teknis dan harga secara terukur, risiko paling langsung adalah …
Sistem nilai: sistem nilai memperhitungkan kualitas teknis dan harga secara terukur. Dalam kondisi ini, langkah yang tepat ialah menggunakan sistem nilai dengan bobot teknis dan harga yang diumumkan sejak awal. Dasar verifikasi yang paling relevan adalah matriks penilaian, bukti uji teknis, dan perhitungan skor. Tanpa penerapan yang memadai, pemenang dipilih berdasarkan penilaian subjektif yang tidak diumumkan; karena itu tujuannya adalah memilih kombinasi kualitas dan biaya yang paling bernilai.
5 / 20
Seorang auditor APIP menghadapi kondisi berikut: anggota tim pemula melakukan analisis data besar tanpa arahan dan kesalahannya baru diketahui setelah draf laporan. Tindakan paling tepat adalah …
Supervisi penugasan: supervisi memastikan tujuan tercapai, mutu terjaga, dan kompetensi berkembang. Dalam kondisi ini, langkah yang tepat ialah menetapkan instruksi, reviu berjenjang, serta umpan balik sesuai tingkat pengalaman dan kompleksitas tugas. Dasar verifikasi yang paling relevan adalah catatan reviu, penyelesaian review notes, dan persetujuan tahapan kritis. Tanpa penerapan yang memadai, kesalahan signifikan terlambat terdeteksi; karena itu tujuannya adalah memberikan keyakinan bahwa pekerjaan tim memenuhi standar.
6 / 20
Tujuan utama penerapan merek dan posisi pasar dalam konteks tersebut adalah …
Merek dan posisi pasar: branding mengkomunikasikan proposisi nilai, bukan sekadar logo. Dalam kondisi ini, langkah yang tepat ialah menetapkan strategi merek yang membedakan nilai produk dan konsisten di kanal pasar. Dasar verifikasi yang paling relevan adalah riset pelanggan, peta pesaing, dan pedoman merek. Tanpa penerapan yang memadai, produk sulit dikenali dan bersaing hanya melalui harga; karena itu tujuannya adalah membangun preferensi serta kepercayaan konsumen.
7 / 20
Seorang pengelola PBJ menilai penerapan metode dua file pada kondisi berikut: pengadaan alat khusus membutuhkan penilaian teknis sebelum harga dibuka. Bukti atau indikator yang paling kuat ialah …
Metode dua file: dua file menjaga fokus penilaian teknis sebelum mempertimbangkan harga. Dalam kondisi ini, langkah yang tepat ialah menggunakan dua file agar aspek teknis dievaluasi lebih dahulu. Dasar verifikasi yang paling relevan adalah file teknis, file harga, dan log waktu pembukaan. Tanpa penerapan yang memadai, harga memengaruhi penilaian teknis secara tidak semestinya; karena itu tujuannya adalah menjaga objektivitas urutan evaluasi.
8 / 20
Tujuan utama penerapan stockout dalam konteks tersebut adalah …
Stockout: risiko persediaan tidak hanya ditentukan nilai tetapi juga dampak kekosongan. Dalam kondisi ini, langkah yang tepat ialah mengklasifikasikan kritikalitas dan menyiapkan mitigasi pasokan. Dasar verifikasi yang paling relevan adalah catatan gangguan layanan, konsumsi, dan alternatif pemasok. Tanpa penerapan yang memadai, operasi terhenti atau keselamatan terganggu; karena itu tujuannya adalah menjaga kontinuitas barang kritis.
9 / 20
Apabila penanganan kasus tersebut mengabaikan prinsip pengadaan pemerintah mendorong penggunaan produk dalam negeri sesuai ketentuan tanpa mengorbankan kesesuaian kebutuhan, risiko paling langsung adalah …
Produk dalam negeri dan TKDN: pengadaan pemerintah mendorong penggunaan produk dalam negeri sesuai ketentuan tanpa mengorbankan kesesuaian kebutuhan. Dalam kondisi ini, langkah yang tepat ialah menerapkan ketentuan produk dalam negeri dan memverifikasi dokumen TKDN atau deklarasi yang berlaku. Dasar verifikasi yang paling relevan adalah sertifikat TKDN, data produk, dan spesifikasi. Tanpa penerapan yang memadai, produk lokal diabaikan atau klaim TKDN diterima tanpa verifikasi; karena itu tujuannya adalah mengoptimalkan manfaat belanja pemerintah bagi industri nasional.
10 / 20
Pagu Rp18.000.000.000, realisasi pembayaran Rp7.250.000.000, dan komitmen sah yang belum dibayar Rp5.500.000.000. Berapa sisa pagu yang belum terikat?
Sisa pagu belum terikat = pagu − pembayaran − komitmen = Rp5.250.000.000.
11 / 20
Seorang analis keuangan APBN menilai penerapan pagu indikatif pada kondisi berikut: unit kerja menganggap pagu indikatif sebagai jaminan final sehingga langsung membuat komitmen kepada penyedia. Bukti atau indikator yang paling kuat ialah …
12 / 20
Seorang pranata logistik merancang pengendalian untuk memastikan penerapan kartu stok. Langkah verifikasi yang paling tepat ialah …
Kartu stok: kartu stok menyediakan catatan kuantitas per barang dan lokasi secara berkelanjutan. Dalam kondisi ini, langkah yang tepat ialah mencatat setiap mutasi segera dengan referensi dokumen. Dasar verifikasi yang paling relevan adalah dokumen penerimaan, permintaan, dan saldo setelah transaksi. Tanpa penerapan yang memadai, saldo sistem tidak dapat diandalkan untuk keputusan; karena itu tujuannya adalah mengetahui posisi stok dan jejak mutasi setiap saat.
13 / 20
Tujuan utama penerapan pembayaran langsung dalam konteks tersebut adalah …
Pembayaran langsung: pembayaran langsung mengurangi risiko kas pada bendahara untuk kewajiban kepada penyedia atau penerima. Dalam kondisi ini, langkah yang tepat ialah menggunakan mekanisme pembayaran langsung kepada pihak berhak sesuai dokumen kontrak. Dasar verifikasi yang paling relevan adalah SPP-LS, SPM, SP2D, dan rekening pihak berhak. Tanpa penerapan yang memadai, risiko penguasaan kas serta pemecahan transaksi meningkat; karena itu tujuannya adalah menyalurkan dana langsung kepada penerima yang sah.
14 / 20
Seorang pranata logistik menghadapi kondisi berikut: barang kritis habis sehingga layanan publik berhenti meskipun nilai item kecil. Tindakan paling tepat adalah …
15 / 20
Apabila penanganan kasus tersebut mengabaikan prinsip digitalisasi pemasaran harus terintegrasi dengan kesiapan operasi, risiko paling langsung adalah …
Pemasaran digital: digitalisasi pemasaran harus terintegrasi dengan kesiapan operasi. Dalam kondisi ini, langkah yang tepat ialah menata konten, layanan pelanggan, harga, logistik, serta analitik kanal. Dasar verifikasi yang paling relevan adalah conversion rate, waktu respons, retur, rating, dan biaya akuisisi. Tanpa penerapan yang memadai, promosi menaikkan pesanan tetapi layanan gagal memenuhi; karena itu tujuannya adalah memperluas pasar secara terukur dan berkelanjutan.
16 / 20
Dari 55 rekomendasi jatuh tempo, 44 telah diverifikasi efektif. Berapa persentase tindak lanjut efektif?
Persentase efektif = 44/55 × 100% = 80,00%. Status harus berdasarkan verifikasi efektivitas, bukan hanya dokumen rencana aksi.
17 / 20
Nilai skor risiko audit universe adalah 900 poin dan penugasan tahun berjalan mencakup 675 poin. Berapa cakupan berbobot risiko?
Cakupan berbobot risiko = 675/900 × 100% = 75,00%. Ukuran ini lebih informatif daripada sekadar jumlah unit yang diaudit.
18 / 20
Apabila penanganan kasus tersebut mengabaikan prinsip kartu stok menyediakan catatan kuantitas per barang dan lokasi secara berkelanjutan, risiko paling langsung adalah …
19 / 20
Seorang analis keuangan APBN menghadapi kondisi berikut: orang yang membuat komitmen juga memeriksa barang, menyetujui tagihan, dan menguasai pembayaran. Tindakan paling tepat adalah …
Pemisahan fungsi: segregation of duties mengurangi peluang kesalahan dan kecurangan tanpa deteksi. Dalam kondisi ini, langkah yang tepat ialah memisahkan fungsi otorisasi, penerimaan, pencatatan, dan pembayaran. Dasar verifikasi yang paling relevan adalah matriks kewenangan, spesimen tanda tangan, dan log persetujuan. Tanpa penerapan yang memadai, transaksi fiktif dapat dibuat dan disembunyikan oleh satu orang; karena itu tujuannya adalah menciptakan checks and balances dalam pelaksanaan anggaran.
20 / 20
Tujuan utama penerapan karantina dalam konteks tersebut adalah …
Karantina: barang berstatus belum disetujui tidak boleh tersedia untuk picking. Dalam kondisi ini, langkah yang tepat ialah memisahkan secara fisik dan sistem dengan status karantina. Dasar verifikasi yang paling relevan adalah label karantina, hasil uji, dan otorisasi pelepasan. Tanpa penerapan yang memadai, barang tidak memenuhi mutu terdistribusi; karena itu tujuannya adalah mencegah penggunaan sebelum keputusan mutu.
Your score is
The average score is 0%
Restart quiz