CPNS-Pranata / Analis Keuangan APBN (Siklus anggaran & DIPA)
1 / 20
Seorang pranata logistik merancang pengendalian untuk memastikan penerapan klasifikasi abc. Langkah verifikasi yang paling tepat ialah …
Klasifikasi ABC: analisis ABC memusatkan perhatian pada item yang paling bernilai. Dalam kondisi ini, langkah yang tepat ialah mengelompokkan item berdasarkan kontribusi nilai atau kritikalitas untuk menentukan intensitas kontrol. Dasar verifikasi yang paling relevan adalah nilai pemakaian tahunan, harga, dan frekuensi permintaan. Tanpa penerapan yang memadai, sumber daya kontrol habis pada item tidak material; karena itu tujuannya adalah mengalokasikan pengendalian secara proporsional.
2 / 20
Seorang pranata logistik menghadapi kondisi berikut: sistem menunjukkan 10.000 unit sedangkan hasil hitung 9.700 unit. Tindakan paling tepat adalah …
Akurasi persediaan: inventory accuracy membandingkan catatan dengan kondisi fisik. Dalam kondisi ini, langkah yang tepat ialah menghitung akurasi, menyelidiki selisih, dan memperbaiki proses sumber. Dasar verifikasi yang paling relevan adalah hasil hitung per SKU, saldo sistem, dan penyebab selisih. Tanpa penerapan yang memadai, keputusan pembelian dan distribusi menggunakan data salah; karena itu tujuannya adalah menyediakan data stok yang dapat dipercaya.
3 / 20
Tujuan utama penerapan rencana penarikan dana dalam konteks tersebut adalah …
Rencana penarikan dana: perencanaan kas harus mengikuti waktu kebutuhan untuk mengurangi idle cash dan tekanan akhir tahun. Dalam kondisi ini, langkah yang tepat ialah menyusun rencana penarikan berdasarkan jadwal riil kegiatan, kontrak, dan kebutuhan kas. Dasar verifikasi yang paling relevan adalah jadwal kegiatan, milestone kontrak, dan proyeksi tagihan bulanan. Tanpa penerapan yang memadai, penumpukan pencairan akhir tahun dan kualitas belanja menurun; karena itu tujuannya adalah menyelaraskan kebutuhan satuan kerja dengan pengelolaan kas negara.
4 / 20
Apabila penanganan kasus tersebut mengabaikan prinsip kecermatan profesional menuntut kehati-hatian yang wajar sesuai risiko, kompleksitas, dan biaya manfaat, risiko paling langsung adalah …
Kecermatan profesional: kecermatan profesional menuntut kehati-hatian yang wajar sesuai risiko, kompleksitas, dan biaya manfaat. Dalam kondisi ini, langkah yang tepat ialah menilai ulang risiko, menyesuaikan prosedur secara terdokumentasi, dan mengkomunikasikan keterbatasan. Dasar verifikasi yang paling relevan adalah memo perubahan program audit, analisis risiko residual, dan persetujuan pengendali mutu. Tanpa penerapan yang memadai, keyakinan yang diberikan melebihi pekerjaan yang benar-benar dilakukan; karena itu tujuannya adalah menjaga mutu penugasan tanpa mengabaikan keterbatasan yang nyata.
5 / 20
Nilai teknis peserta 92, nilai harga 68, dengan bobot teknis 75% dan harga 25%. Berapa nilai akhir?
Nilai akhir = 92×75% + 68×25% = 86,00,
6 / 20
Tujuan utama penerapan pengadaan langsung pekerjaan konstruksi dalam konteks tersebut adalah …
Pengadaan langsung pekerjaan konstruksi: pengadaan langsung pekerjaan konstruksi dapat digunakan sampai batas paling banyak Rp400 juta. Dalam kondisi ini, langkah yang tepat ialah menggunakan pengadaan langsung konstruksi dengan persyaratan teknis dan kewajaran harga yang memadai. Dasar verifikasi yang paling relevan adalah HPS, ruang lingkup, klasifikasi usaha, dan dokumen pemilihan. Tanpa penerapan yang memadai, pemilihan tidak sesuai metode atau mutu pekerjaan tidak terjaga; karena itu tujuannya adalah melaksanakan paket konstruksi kecil secara efisien.
7 / 20
Tujuan utama penerapan kompetensi auditor dalam konteks tersebut adalah …
Kompetensi auditor: penugasan harus didukung pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan kolektif yang memadai. Dalam kondisi ini, langkah yang tepat ialah menambahkan auditor atau tenaga ahli yang kompeten serta menetapkan ruang kerja yang jelas. Dasar verifikasi yang paling relevan adalah profil kompetensi, sertifikasi, pengalaman, dan hasil kerja tenaga ahli. Tanpa penerapan yang memadai, simpulan teknis keliru karena keterbatasan keahlian; karena itu tujuannya adalah memastikan prosedur dan penilaian sesuai kompleksitas objek.
8 / 20
Tujuan utama penerapan inventory turnover dalam konteks tersebut adalah …
Inventory turnover: inventory turnover menunjukkan seberapa sering persediaan digunakan atau diganti. Dalam kondisi ini, langkah yang tepat ialah menghitung perputaran dan menelaah item lambat bergerak. Dasar verifikasi yang paling relevan adalah nilai pemakaian tahunan dan rata-rata persediaan. Tanpa penerapan yang memadai, modal kerja terikat dan risiko usang meningkat; karena itu tujuannya adalah menilai efisiensi penggunaan persediaan.
9 / 20
Apabila penanganan kasus tersebut mengabaikan prinsip stock opname memberikan verifikasi periodik atas keberadaan dan kondisi persediaan, risiko paling langsung adalah …
Stock opname: stock opname memberikan verifikasi periodik atas keberadaan dan kondisi persediaan. Dalam kondisi ini, langkah yang tepat ialah membekukan mutasi secara terkendali, menghitung fisik, dan merekonsiliasi hasil. Dasar verifikasi yang paling relevan adalah lembar hitung independen, test count, dan berita acara. Tanpa penerapan yang memadai, laporan persediaan tidak sesuai kondisi nyata; karena itu tujuannya adalah memastikan catatan sesuai barang yang tersedia.
10 / 20
Rencana penarikan dana sampai triwulan ini Rp12.000.000.000, sedangkan realisasi Rp9.000.000.000. Berapa deviasi realisasi terhadap rencana?
Deviasi = realisasi − rencana = Rp9.000.000.000 − Rp12.000.000.000 = Rp3.000.000.000 di bawah rencana.
11 / 20
Seorang auditor APIP merancang pengendalian untuk memastikan penerapan independensi apip. Langkah verifikasi yang paling tepat ialah …
Independensi APIP: APIP harus bebas dari intervensi yang menghambat penentuan ruang lingkup, pelaksanaan, dan komunikasi hasil. Dalam kondisi ini, langkah yang tepat ialah mempertahankan simpulan berbasis bukti dan melaporkan gangguan independensi melalui jalur tata kelola yang tepat. Dasar verifikasi yang paling relevan adalah catatan instruksi, dokumentasi bukti temuan, dan komunikasi kepada pihak pengawas yang berwenang. Tanpa penerapan yang memadai, hasil pengawasan kehilangan kredibilitas dan objektivitas; karena itu tujuannya adalah menjamin pengawasan dapat menyampaikan kondisi sebenarnya.
12 / 20
Seorang pengelola PBJ merancang pengendalian untuk memastikan penerapan pengadaan langsung jasa konsultansi. Langkah verifikasi yang paling tepat ialah …
Pengadaan langsung jasa konsultansi: pengadaan langsung jasa konsultansi dapat digunakan sampai paling banyak Rp100 juta. Dalam kondisi ini, langkah yang tepat ialah menggunakan pengadaan langsung jasa konsultansi dengan menilai kompetensi dan kewajaran biaya. Dasar verifikasi yang paling relevan adalah KAK, pengalaman tenaga ahli, metodologi, dan biaya personel. Tanpa penerapan yang memadai, konsultan dipilih hanya berdasarkan harga tanpa kompetensi; karena itu tujuannya adalah memperoleh keahlian yang sesuai untuk pekerjaan bernilai kecil.
13 / 20
Tujuan utama penerapan perizinan berbasis risiko dalam konteks tersebut adalah …
Perizinan berbasis risiko: kewajiban perizinan ditentukan oleh tingkat risiko dan karakteristik usaha. Dalam kondisi ini, langkah yang tepat ialah mengidentifikasi tingkat risiko dan memenuhi perizinan serta standar sesuai kegiatan. Dasar verifikasi yang paling relevan adalah KBLI, tingkat risiko, NIB, sertifikat standar, dan izin terkait. Tanpa penerapan yang memadai, usaha tidak patuh atau dibebani izin yang tidak perlu; karena itu tujuannya adalah memberi kepastian legal dengan beban proporsional.
14 / 20
Pagu sebuah output Rp20.000.000.000 dan realisasi keuangannya Rp8.500.000.000. Berapa tingkat penyerapan?
Penyerapan = realisasi/pagu × 100% = Rp8.500.000.000/Rp20.000.000.000 × 100% = 42,50%. Nilai ini harus dibaca bersama capaian output.
15 / 20
Apabila penanganan kasus tersebut mengabaikan prinsip efisiensi energi menurunkan energi per unit output tanpa mengurangi fungsi, risiko paling langsung adalah …
Efisiensi energi: efisiensi energi menurunkan energi per unit output tanpa mengurangi fungsi. Dalam kondisi ini, langkah yang tepat ialah melakukan audit energi dan memilih perbaikan berdasarkan potensi penghematan serta payback. Dasar verifikasi yang paling relevan adalah kWh per unit, profil beban, jam operasi, dan biaya investasi. Tanpa penerapan yang memadai, biaya produksi tinggi dan emisi meningkat; karena itu tujuannya adalah meningkatkan daya saing melalui konsumsi energi lebih rendah.
16 / 20
Apabila penanganan kasus tersebut mengabaikan prinsip life-cycle cost menilai harga, operasi, pemeliharaan, umur, dan nilai sisa, risiko paling langsung adalah …
Biaya selama umur ekonomis: life-cycle cost menilai harga, operasi, pemeliharaan, umur, dan nilai sisa. Dalam kondisi ini, langkah yang tepat ialah membandingkan total biaya selama umur ekonomis, bukan harga awal saja. Dasar verifikasi yang paling relevan adalah data konsumsi energi, biaya pemeliharaan, umur manfaat, dan nilai sisa. Tanpa penerapan yang memadai, barang murah di awal ternyata paling mahal digunakan; karena itu tujuannya adalah memilih alternatif dengan biaya total terbaik.
17 / 20
Seorang auditor APIP merancang pengendalian untuk memastikan penerapan penerimaan hadiah. Langkah verifikasi yang paling tepat ialah …
Penerimaan hadiah: hadiah yang dapat memengaruhi atau dipersepsikan memengaruhi objektivitas harus ditolak. Dalam kondisi ini, langkah yang tepat ialah menolak atau mengembalikan bingkisan, melaporkan kejadian, dan mendokumentasikan tindakan. Dasar verifikasi yang paling relevan adalah bukti pengiriman, laporan gratifikasi, dan catatan pengembalian. Tanpa penerapan yang memadai, objektivitas auditor diragukan dan muncul kewajiban balas jasa; karena itu tujuannya adalah mencegah pengaruh tidak patut terhadap penilaian.
18 / 20
Keputusan untuk menetapkan safety stock berdasarkan variabilitas dan tingkat layanan yang diinginkan terutama mencerminkan prinsip …
Safety stock: safety stock melindungi operasi dari ketidakpastian permintaan dan lead time. Dalam kondisi ini, langkah yang tepat ialah menetapkan safety stock berdasarkan variabilitas dan tingkat layanan yang diinginkan. Dasar verifikasi yang paling relevan adalah riwayat deviasi permintaan, lead time, dan kejadian stockout. Tanpa penerapan yang memadai, layanan terganggu atau safety stock berlebihan; karena itu tujuannya adalah menyeimbangkan risiko stockout dan biaya simpan.
19 / 20
Seorang pranata logistik menghadapi kondisi berikut: jalur forklift berpotongan dengan pejalan kaki dan area evakuasi tertutup palet. Tindakan paling tepat adalah …
Tata letak gudang: layout harus mendukung aliran efisien sekaligus keselamatan. Dalam kondisi ini, langkah yang tepat ialah mendesain ulang aliran, memisahkan jalur, dan menjaga akses darurat. Dasar verifikasi yang paling relevan adalah peta arus, data near miss, dan waktu perpindahan. Tanpa penerapan yang memadai, kecelakaan dan kemacetan operasional meningkat; karena itu tujuannya adalah menciptakan gudang aman dan produktif.
20 / 20
Seorang pengelola PBJ menilai penerapan perencanaan kebutuhan dan rup pada kondisi berikut: unit mengumumkan paket setelah proses pemilihan hampir selesai sehingga pelaku usaha tidak memperoleh informasi awal. Bukti atau indikator yang paling kuat ialah …
Perencanaan kebutuhan dan RUP: RUP meningkatkan transparansi, persaingan, dan kesiapan pasar. Dalam kondisi ini, langkah yang tepat ialah menyusun kebutuhan secara rasional dan mengumumkan RUP sebelum pelaksanaan pemilihan sesuai jadwal. Dasar verifikasi yang paling relevan adalah dokumen kebutuhan, penganggaran, jadwal, dan publikasi RUP. Tanpa penerapan yang memadai, pengadaan tidak terencana dan kesempatan pelaku usaha terbatas; karena itu tujuannya adalah memberi visibilitas awal atas rencana pengadaan pemerintah.
Your score is
The average score is 0%
Restart quiz