CPNS-Pranata / Analis Keuangan APBN (Siklus anggaran & DIPA)
1 / 20
Seorang pranata logistik merancang pengendalian untuk memastikan penerapan akurasi persediaan. Langkah verifikasi yang paling tepat ialah …
Akurasi persediaan: inventory accuracy membandingkan catatan dengan kondisi fisik. Dalam kondisi ini, langkah yang tepat ialah menghitung akurasi, menyelidiki selisih, dan memperbaiki proses sumber. Dasar verifikasi yang paling relevan adalah hasil hitung per SKU, saldo sistem, dan penyebab selisih. Tanpa penerapan yang memadai, keputusan pembelian dan distribusi menggunakan data salah; karena itu tujuannya adalah menyediakan data stok yang dapat dipercaya.
2 / 20
Nilai teknis peserta 92, nilai harga 68, dengan bobot teknis 75% dan harga 25%. Berapa nilai akhir?
Nilai akhir = 92×75% + 68×25% = 86,00,
3 / 20
Seorang pranata logistik menilai penerapan otif pada kondisi berikut: pengiriman sering tiba tepat waktu tetapi kuantitasnya kurang. Bukti atau indikator yang paling kuat ialah …
OTIF: OTIF menilai ketepatan waktu dan kelengkapan pemenuhan. Dalam kondisi ini, langkah yang tepat ialah mengukur on time in full sebagai satu kesatuan. Dasar verifikasi yang paling relevan adalah tanggal janji, tanggal terima, dan kuantitas pesanan versus diterima. Tanpa penerapan yang memadai, kinerja terlihat baik bila hanya waktu atau jumlah dinilai terpisah; karena itu tujuannya adalah mengukur layanan dari sudut pandang penerima.
4 / 20
Seorang analis keuangan APBN menilai penerapan dipa pada kondisi berikut: satuan kerja mulai membayar kegiatan karena APBN telah disahkan, tetapi DIPA belum efektif. Bukti atau indikator yang paling kuat ialah …
DIPA: DIPA adalah dokumen pelaksanaan anggaran yang menjadi dasar pelaksanaan kegiatan dan pencairan dana. Dalam kondisi ini, langkah yang tepat ialah menunggu DIPA yang sah dan memastikan rincian serta kewenangan pelaksanaan telah tersedia. Dasar verifikasi yang paling relevan adalah DIPA yang disahkan, petikan DIPA, dan data kewenangan KPA. Tanpa penerapan yang memadai, belanja dilakukan tanpa dasar pelaksanaan yang memadai; karena itu tujuannya adalah memberikan otorisasi, batas, dan rincian pelaksanaan anggaran.
5 / 20
Seorang analis keuangan APBN merancang pengendalian untuk memastikan penerapan rka-k/l. Langkah verifikasi yang paling tepat ialah …
RKA-K/L: RKA-K/L harus mencerminkan penganggaran berbasis kinerja serta klasifikasi anggaran yang benar. Dalam kondisi ini, langkah yang tepat ialah menyusun RKA-K/L yang mengaitkan sumber daya, keluaran, target, dan dasar biaya. Dasar verifikasi yang paling relevan adalah TOR, RAB, indikator keluaran, standar biaya, dan hasil reviu. Tanpa penerapan yang memadai, belanja sulit dinilai kewajaran dan kontribusinya terhadap kinerja; karena itu tujuannya adalah menjelaskan apa yang akan dihasilkan dengan dana yang diminta.
6 / 20
Seorang pranata logistik menghadapi kondisi berikut: pengiriman sering tiba tepat waktu tetapi kuantitasnya kurang. Tindakan paling tepat adalah …
7 / 20
Keputusan untuk menggunakan standar biaya sebagai acuan kewajaran dan mendokumentasikan alasan bila terdapat pengecualian yang sah terutama mencerminkan prinsip …
Standar biaya: standar biaya membantu konsistensi dan efisiensi penyusunan anggaran. Dalam kondisi ini, langkah yang tepat ialah menggunakan standar biaya sebagai acuan kewajaran dan mendokumentasikan alasan bila terdapat pengecualian yang sah. Dasar verifikasi yang paling relevan adalah standar biaya berlaku, survei harga, dan justifikasi pengecualian. Tanpa penerapan yang memadai, anggaran menjadi tidak wajar atau terlalu rendah untuk dilaksanakan; karena itu tujuannya adalah menetapkan biaya yang rasional dan dapat dibandingkan.
8 / 20
Seorang pengelola PBJ merancang pengendalian untuk memastikan penerapan hps. Langkah verifikasi yang paling tepat ialah …
HPS: HPS merupakan perkiraan harga yang disusun secara keahlian untuk menilai kewajaran penawaran. Dalam kondisi ini, langkah yang tepat ialah memperbarui analisis harga dengan data yang dapat dipertanggungjawabkan dan kondisi terkini. Dasar verifikasi yang paling relevan adalah survei pasar, kontrak sejenis, indeks harga, dan struktur biaya. Tanpa penerapan yang memadai, harga terlalu tinggi atau terlalu rendah sehingga pemilihan tidak optimal; karena itu tujuannya adalah menjadi alat menilai kewajaran, bukan batas keuntungan penyedia.
9 / 20
Seorang penyuluh perindustrian menghadapi kondisi berikut: sentra pangan sering berhenti produksi karena seluruh bahan baku dibeli musiman tanpa kontrak. Tindakan paling tepat adalah …
Bahan baku lokal: penguatan rantai pasok lokal meningkatkan kontinuitas dan nilai tambah daerah. Dalam kondisi ini, langkah yang tepat ialah membangun perencanaan pasokan, kemitraan pemasok, dan standar mutu bahan baku. Dasar verifikasi yang paling relevan adalah data musim, volume, mutu, harga, dan pemasok. Tanpa penerapan yang memadai, kapasitas tidak stabil serta harga berfluktuasi tajam; karena itu tujuannya adalah menjamin bahan baku tepat mutu, jumlah, waktu, dan harga.
10 / 20
Seorang pranata logistik merancang pengendalian untuk memastikan penerapan picking. Langkah verifikasi yang paling tepat ialah …
Picking: picking harus menghasilkan barang yang tepat untuk permintaan yang tepat. Dalam kondisi ini, langkah yang tepat ialah menggunakan verifikasi kode barang, lot, kuantitas, dan lokasi pada saat picking. Dasar verifikasi yang paling relevan adalah pick list, barcode scan, dan pemeriksaan kedua untuk item kritis. Tanpa penerapan yang memadai, pengiriman salah dan retur meningkat; karena itu tujuannya adalah meningkatkan akurasi pemenuhan permintaan.
11 / 20
Seorang pranata logistik menghadapi kondisi berikut: barang rapuh dikirim dengan kemasan standar tanpa pelindung. Tindakan paling tepat adalah …
Packing: packing melindungi mutu serta memudahkan identifikasi selama transportasi. Dalam kondisi ini, langkah yang tepat ialah menetapkan kemasan berdasarkan karakteristik barang dan risiko distribusi. Dasar verifikasi yang paling relevan adalah standar kemasan, hasil uji, label, dan catatan kerusakan. Tanpa penerapan yang memadai, barang rusak walaupun picking benar; karena itu tujuannya adalah menjaga kondisi barang sampai diterima pengguna.
12 / 20
Seorang penyuluh perindustrian menghadapi kondisi berikut: semua anggota menggunakan desain berbeda tanpa identitas asal sentra. Tindakan paling tepat adalah …
Merek dan posisi pasar: branding mengkomunikasikan proposisi nilai, bukan sekadar logo. Dalam kondisi ini, langkah yang tepat ialah menetapkan strategi merek yang membedakan nilai produk dan konsisten di kanal pasar. Dasar verifikasi yang paling relevan adalah riset pelanggan, peta pesaing, dan pedoman merek. Tanpa penerapan yang memadai, produk sulit dikenali dan bersaing hanya melalui harga; karena itu tujuannya adalah membangun preferensi serta kepercayaan konsumen.
13 / 20
Seorang auditor APIP menilai penerapan penerimaan hadiah pada kondisi berikut: setelah wawancara, auditee mengirim bingkisan bernilai tinggi ke rumah anggota tim audit. Bukti atau indikator yang paling kuat ialah …
Penerimaan hadiah: hadiah yang dapat memengaruhi atau dipersepsikan memengaruhi objektivitas harus ditolak. Dalam kondisi ini, langkah yang tepat ialah menolak atau mengembalikan bingkisan, melaporkan kejadian, dan mendokumentasikan tindakan. Dasar verifikasi yang paling relevan adalah bukti pengiriman, laporan gratifikasi, dan catatan pengembalian. Tanpa penerapan yang memadai, objektivitas auditor diragukan dan muncul kewajiban balas jasa; karena itu tujuannya adalah mencegah pengaruh tidak patut terhadap penilaian.
14 / 20
Seorang analis keuangan APBN menghadapi kondisi berikut: unit menyusun rencana pencairan berdasarkan angka usulan lama meskipun alokasi final telah berubah. Tindakan paling tepat adalah …
Alokasi anggaran: alokasi anggaran adalah batas final yang dituangkan lebih lanjut dalam dokumen pelaksanaan. Dalam kondisi ini, langkah yang tepat ialah menggunakan alokasi anggaran final sebagai dasar penyiapan DIPA dan rencana pelaksanaan. Dasar verifikasi yang paling relevan adalah dokumen alokasi anggaran dan rincian per program, kegiatan, serta keluaran. Tanpa penerapan yang memadai, DIPA dan rencana kas tidak konsisten dengan anggaran yang ditetapkan; karena itu tujuannya adalah menerjemahkan keputusan APBN menjadi batas pelaksanaan yang operasional.
15 / 20
Keputusan untuk menggunakan mekanisme pembayaran langsung kepada pihak berhak sesuai dokumen kontrak terutama mencerminkan prinsip …
Pembayaran langsung: pembayaran langsung mengurangi risiko kas pada bendahara untuk kewajiban kepada penyedia atau penerima. Dalam kondisi ini, langkah yang tepat ialah menggunakan mekanisme pembayaran langsung kepada pihak berhak sesuai dokumen kontrak. Dasar verifikasi yang paling relevan adalah SPP-LS, SPM, SP2D, dan rekening pihak berhak. Tanpa penerapan yang memadai, risiko penguasaan kas serta pemecahan transaksi meningkat; karena itu tujuannya adalah menyalurkan dana langsung kepada penerima yang sah.
16 / 20
Keputusan untuk mencegah limbah pada sumber melalui efisiensi bahan, substitusi, dan pemanfaatan kembali terutama mencerminkan prinsip …
Produksi bersih: cleaner production mengutamakan pencegahan pencemaran dan efisiensi sumber daya. Dalam kondisi ini, langkah yang tepat ialah mencegah limbah pada sumber melalui efisiensi bahan, substitusi, dan pemanfaatan kembali. Dasar verifikasi yang paling relevan adalah neraca massa, konsumsi energi, volume limbah, dan biaya. Tanpa penerapan yang memadai, biaya lingkungan dan risiko kepatuhan meningkat; karena itu tujuannya adalah mengurangi dampak sekaligus biaya produksi.
17 / 20
Seorang pranata logistik menghadapi kondisi berikut: produk sensitif suhu mengalami excursion selama transportasi tetapi tetap diterima tanpa evaluasi. Tindakan paling tepat adalah …
Rantai dingin: cold chain harus menjaga rentang suhu sepanjang penyimpanan dan distribusi. Dalam kondisi ini, langkah yang tepat ialah mengkarantina produk, menilai data suhu, dan memutuskan kelayakan berdasarkan standar. Dasar verifikasi yang paling relevan adalah data logger, kalibrasi alat, dan catatan penanganan excursion. Tanpa penerapan yang memadai, mutu atau keamanan produk menurun tanpa terlihat; karena itu tujuannya adalah menjamin kondisi produk sensitif tetap terjaga.
18 / 20
Apabila penanganan kasus tersebut mengabaikan prinsip pagu anggaran menjadi batas penyusunan anggaran yang telah mempertimbangkan prioritas dan kapasitas fiskal, risiko paling langsung adalah …
Pagu anggaran: pagu anggaran menjadi batas penyusunan anggaran yang telah mempertimbangkan prioritas dan kapasitas fiskal. Dalam kondisi ini, langkah yang tepat ialah menyesuaikan RKA-K/L dalam batas pagu anggaran dan mengikuti mekanisme pembahasan serta persetujuan. Dasar verifikasi yang paling relevan adalah surat pagu anggaran, hasil penelaahan, dan matriks perubahan. Tanpa penerapan yang memadai, struktur belanja menyimpang dari kebijakan yang telah dibahas; karena itu tujuannya adalah menjaga disiplin alokasi sebelum penetapan APBN.
19 / 20
Tujuan utama penerapan e-purchasing dalam konteks tersebut adalah …
E-purchasing: e-purchasing digunakan untuk barang, pekerjaan konstruksi, jasa lainnya, atau konsultansi yang tercantum dalam katalog elektronik. Dalam kondisi ini, langkah yang tepat ialah melaksanakan e-purchasing serta membandingkan produk, harga, biaya pengiriman, dan kinerja penyedia. Dasar verifikasi yang paling relevan adalah data katalog, spesifikasi, riwayat harga, dan kinerja penyedia. Tanpa penerapan yang memadai, instansi memilih metode lebih panjang tanpa alasan atau membeli produk yang tidak sesuai; karena itu tujuannya adalah mempercepat transaksi sambil tetap mencapai value for money.
20 / 20
Keputusan untuk memperlakukan pagu indikatif sebagai batas awal perencanaan yang masih dapat berubah sebelum alokasi final terutama mencerminkan prinsip …
Pagu indikatif: pagu indikatif menjadi acuan awal penyusunan rencana kerja dan anggaran, bukan dasar membuat komitmen belanja. Dalam kondisi ini, langkah yang tepat ialah memperlakukan pagu indikatif sebagai batas awal perencanaan yang masih dapat berubah sebelum alokasi final. Dasar verifikasi yang paling relevan adalah surat pagu indikatif dan dokumen pembahasan prioritas. Tanpa penerapan yang memadai, komitmen dibuat tanpa dasar anggaran final; karena itu tujuannya adalah memberi arah awal alokasi sambil menjaga ruang penajaman kebijakan.
Your score is
The average score is 0%
Restart quiz