CPNS-Penyuluh Perindustrian (Sentra IKM & program TKDN)
1 / 20
Apabila penanganan kasus tersebut mengabaikan prinsip hps merupakan perkiraan harga yang disusun secara keahlian untuk menilai kewajaran penawaran, risiko paling langsung adalah …
HPS: HPS merupakan perkiraan harga yang disusun secara keahlian untuk menilai kewajaran penawaran. Dalam kondisi ini, langkah yang tepat ialah memperbarui analisis harga dengan data yang dapat dipertanggungjawabkan dan kondisi terkini. Dasar verifikasi yang paling relevan adalah survei pasar, kontrak sejenis, indeks harga, dan struktur biaya. Tanpa penerapan yang memadai, harga terlalu tinggi atau terlalu rendah sehingga pemilihan tidak optimal; karena itu tujuannya adalah menjadi alat menilai kewajaran, bukan batas keuntungan penyedia.
2 / 20
Seorang penyuluh perindustrian menghadapi kondisi berikut: IKM membuka akun marketplace tetapi tidak mengelola katalog, respons, dan data penjualan. Tindakan paling tepat adalah …
Pemasaran digital: digitalisasi pemasaran harus terintegrasi dengan kesiapan operasi. Dalam kondisi ini, langkah yang tepat ialah menata konten, layanan pelanggan, harga, logistik, serta analitik kanal. Dasar verifikasi yang paling relevan adalah conversion rate, waktu respons, retur, rating, dan biaya akuisisi. Tanpa penerapan yang memadai, promosi menaikkan pesanan tetapi layanan gagal memenuhi; karena itu tujuannya adalah memperluas pasar secara terukur dan berkelanjutan.
3 / 20
Seorang analis keuangan APBN menilai penerapan reviu angka dasar pada kondisi berikut: anggaran tahun berikutnya menyalin seluruh belanja tahun berjalan meskipun beberapa kegiatan telah selesai. Bukti atau indikator yang paling kuat ialah …
Reviu angka dasar: angka dasar harus mencerminkan kebutuhan berkelanjutan yang efisien, bukan sekadar menyalin anggaran lama. Dalam kondisi ini, langkah yang tepat ialah meninjau ulang kebutuhan berulang, kebijakan berjalan, volume, dan parameter biaya sebelum menetapkan baseline. Dasar verifikasi yang paling relevan adalah realisasi historis, kontrak berlanjut, perubahan kebijakan, dan evaluasi output. Tanpa penerapan yang memadai, inefisiensi lama otomatis terbawa ke tahun berikutnya; karena itu tujuannya adalah menyediakan baseline realistis untuk ruang fiskal dan inisiatif baru.
4 / 20
Seorang pranata logistik menghadapi kondisi berikut: barang kritis habis sehingga layanan publik berhenti meskipun nilai item kecil. Tindakan paling tepat adalah …
Stockout: risiko persediaan tidak hanya ditentukan nilai tetapi juga dampak kekosongan. Dalam kondisi ini, langkah yang tepat ialah mengklasifikasikan kritikalitas dan menyiapkan mitigasi pasokan. Dasar verifikasi yang paling relevan adalah catatan gangguan layanan, konsumsi, dan alternatif pemasok. Tanpa penerapan yang memadai, operasi terhenti atau keselamatan terganggu; karena itu tujuannya adalah menjaga kontinuitas barang kritis.
5 / 20
Tujuan utama penerapan overstock dalam konteks tersebut adalah …
Overstock: overstock mengikat modal, ruang, dan meningkatkan risiko usang. Dalam kondisi ini, langkah yang tepat ialah menghentikan pemesanan, memvalidasi permintaan, dan menyusun rencana redistribusi atau pemanfaatan. Dasar verifikasi yang paling relevan adalah umur stok, days of inventory, dan proyeksi konsumsi. Tanpa penerapan yang memadai, biaya simpan dan penurunan nilai meningkat; karena itu tujuannya adalah mengembalikan tingkat persediaan ke kebutuhan wajar.
6 / 20
Tujuan utama penerapan konsep tkdn dalam konteks tersebut adalah …
Konsep TKDN: TKDN menunjukkan persentase komponen dalam negeri dalam barang atau jasa berdasarkan ketentuan penghitungan. Dalam kondisi ini, langkah yang tepat ialah menghitung kontribusi dalam negeri pada komponen biaya yang relevan sesuai metode. Dasar verifikasi yang paling relevan adalah bahan langsung, tenaga kerja langsung, overhead pabrik, dan asal komponennya. Tanpa penerapan yang memadai, nilai TKDN terlalu tinggi dan tidak dapat diverifikasi; karena itu tujuannya adalah mengukur kontribusi domestik secara konsisten.
7 / 20
Tujuan utama penerapan perubahan apbn dalam konteks tersebut adalah …
Perubahan APBN: perubahan asumsi dan agregat APBN harus ditempuh melalui mekanisme peraturan perundang-undangan. Dalam kondisi ini, langkah yang tepat ialah membedakan revisi rincian dalam kewenangan administratif dengan perubahan APBN yang memerlukan proses konstitusional. Dasar verifikasi yang paling relevan adalah dokumen perubahan APBN, nota keuangan, dan persetujuan lembaga berwenang. Tanpa penerapan yang memadai, agregat fiskal berubah tanpa legitimasi yang memadai; karena itu tujuannya adalah menjaga kewenangan dan akuntabilitas dalam perubahan kebijakan fiskal.
8 / 20
Saldo sistem 8.500 unit dan hasil hitung fisik 8.425 unit. Dengan pendekatan akurasi = jumlah yang cocok dibanding jumlah yang lebih besar. berapa akurasinya?
Akurasi = 8.425/8.500 × 100% = 99.12%.
9 / 20
Seorang analis keuangan APBN menghadapi kondisi berikut: data realisasi pada aplikasi satuan kerja berbeda dengan data KPPN dan buku besar. Tindakan paling tepat adalah …
Rekonsiliasi data: rekonsiliasi memastikan konsistensi dan kelengkapan data antar-sistem. Dalam kondisi ini, langkah yang tepat ialah menelusuri selisih, memperbaiki sumber kesalahan, dan menyelesaikan rekonsiliasi sebelum pelaporan. Dasar verifikasi yang paling relevan adalah berita acara rekonsiliasi, daftar selisih, dan bukti koreksi. Tanpa penerapan yang memadai, laporan menggunakan angka yang tidak konsisten; karena itu tujuannya adalah meningkatkan keandalan laporan anggaran dan keuangan.
10 / 20
Seorang pengelola PBJ menghadapi kondisi berikut: penyedia gagal memenuhi milestone kritis meskipun telah diberi kesempatan sesuai ketentuan. Tindakan paling tepat adalah …
Pemutusan kontrak: pemutusan harus didasarkan pada fakta kontraktual dan prosedur yang adil. Dalam kondisi ini, langkah yang tepat ialah mendokumentasikan wanprestasi, menilai konsekuensi, dan memproses pemutusan secara tertib. Dasar verifikasi yang paling relevan adalah surat peringatan, progres, berita acara, dan klausul kontrak. Tanpa penerapan yang memadai, sengketa meningkat atau layanan publik terhenti tanpa rencana; karena itu tujuannya adalah melindungi kepentingan pemerintah saat penyedia gagal.
11 / 20
Seorang auditor APIP menghadapi kondisi berikut: program audit tahunan memberi porsi waktu sama untuk semua unit meskipun nilai anggaran, perubahan sistem, dan temuan sebelumnya berbeda jauh. Tindakan paling tepat adalah …
Perencanaan berbasis risiko: sumber daya pengawasan harus diarahkan terutama pada area dengan risiko residual tertinggi. Dalam kondisi ini, langkah yang tepat ialah menyusun prioritas berdasarkan dampak, kemungkinan, kualitas pengendalian, dan kepentingan strategis. Dasar verifikasi yang paling relevan adalah risk register, data anggaran, riwayat temuan, dan hasil penilaian pengendalian. Tanpa penerapan yang memadai, area berisiko tinggi tidak memperoleh cakupan yang memadai; karena itu tujuannya adalah mengoptimalkan nilai tambah pengawasan dengan sumber daya terbatas.
12 / 20
Keputusan untuk menggunakan akun sesuai substansi ekonomi dan ketentuan kapitalisasi aset terutama mencerminkan prinsip …
Klasifikasi akun: klasifikasi anggaran harus mencerminkan jenis transaksi agar pelaporan dan pengendalian tepat. Dalam kondisi ini, langkah yang tepat ialah menggunakan akun sesuai substansi ekonomi dan ketentuan kapitalisasi aset. Dasar verifikasi yang paling relevan adalah spesifikasi barang, nilai, masa manfaat, dan bagan akun standar. Tanpa penerapan yang memadai, belanja dan aset salah saji serta pagu antarjenis belanja terdistorsi; karena itu tujuannya adalah menyajikan transaksi secara konsisten dan akuntabel.
13 / 20
Apabila penanganan kasus tersebut mengabaikan prinsip rup meningkatkan transparansi, persaingan, dan kesiapan pasar, risiko paling langsung adalah …
Perencanaan kebutuhan dan RUP: RUP meningkatkan transparansi, persaingan, dan kesiapan pasar. Dalam kondisi ini, langkah yang tepat ialah menyusun kebutuhan secara rasional dan mengumumkan RUP sebelum pelaksanaan pemilihan sesuai jadwal. Dasar verifikasi yang paling relevan adalah dokumen kebutuhan, penganggaran, jadwal, dan publikasi RUP. Tanpa penerapan yang memadai, pengadaan tidak terencana dan kesempatan pelaku usaha terbatas; karena itu tujuannya adalah memberi visibilitas awal atas rencana pengadaan pemerintah.
14 / 20
Keputusan untuk melakukan reperformance dengan data uji yang mencakup transaksi di bawah, sama dengan, dan di atas pagu terutama mencerminkan prinsip …
Pelaksanaan ulang prosedur: pelaksanaan ulang memberi bukti langsung mengenai efektivitas pengendalian otomatis. Dalam kondisi ini, langkah yang tepat ialah melakukan reperformance dengan data uji yang mencakup transaksi di bawah, sama dengan, dan di atas pagu. Dasar verifikasi yang paling relevan adalah hasil uji sistem, log penolakan, dan tangkapan konfigurasi yang dapat diverifikasi. Tanpa penerapan yang memadai, auditor menerima klaim kontrol yang sebenarnya tidak berjalan; karena itu tujuannya adalah membuktikan bahwa kontrol berfungsi sebagaimana dirancang.
15 / 20
Tujuan utama penerapan observasi persediaan dalam konteks tersebut adalah …
Observasi persediaan: observasi dan penghitungan ulang diperlukan untuk menguji keberadaan serta cut-off persediaan. Dalam kondisi ini, langkah yang tepat ialah menghadiri penghitungan fisik, melakukan test count dua arah, dan menelusuri mutasi sekitar tanggal penghitungan. Dasar verifikasi yang paling relevan adalah lembar hitung fisik bertanda tangan, test count auditor, dan dokumen keluar-masuk sekitar tanggal stok opname. Tanpa penerapan yang memadai, selisih fisik dan transaksi lintas periode tidak teridentifikasi; karena itu tujuannya adalah memastikan jumlah tercatat sesuai barang yang benar-benar tersedia.
16 / 20
Seorang pranata logistik menghadapi kondisi berikut: ribuan item diperlakukan dengan pengendalian yang sama meskipun hanya sedikit item menyerap sebagian besar nilai. Tindakan paling tepat adalah …
Klasifikasi ABC: analisis ABC memusatkan perhatian pada item yang paling bernilai. Dalam kondisi ini, langkah yang tepat ialah mengelompokkan item berdasarkan kontribusi nilai atau kritikalitas untuk menentukan intensitas kontrol. Dasar verifikasi yang paling relevan adalah nilai pemakaian tahunan, harga, dan frekuensi permintaan. Tanpa penerapan yang memadai, sumber daya kontrol habis pada item tidak material; karena itu tujuannya adalah mengalokasikan pengendalian secara proporsional.
17 / 20
Keputusan untuk menghadiri penghitungan fisik, melakukan test count dua arah, dan menelusuri mutasi sekitar tanggal penghitungan terutama mencerminkan prinsip …
18 / 20
Seorang penyuluh perindustrian menilai penerapan kemitraan usaha pada kondisi berikut: perusahaan besar meminta pasokan rutin tetapi spesifikasi, harga, dan jadwal tidak jelas. Bukti atau indikator yang paling kuat ialah …
Kemitraan usaha: kemitraan berkelanjutan memerlukan pembagian risiko dan manfaat yang jelas. Dalam kondisi ini, langkah yang tepat ialah memfasilitasi kesepakatan tertulis mengenai mutu, volume, harga, pembayaran, dan pengembangan pemasok. Dasar verifikasi yang paling relevan adalah kontrak, standar mutu, forecast, dan catatan kinerja. Tanpa penerapan yang memadai, IKM menanggung risiko sepihak dan hubungan cepat berakhir; karena itu tujuannya adalah menghubungkan IKM ke rantai pasok yang stabil.
19 / 20
Keputusan untuk mengeluarkan lot dengan tanggal kedaluwarsa paling dekat lebih dahulu terutama mencerminkan prinsip …
FEFO: FEFO memprioritaskan sisa umur simpan, bukan sekadar tanggal penerimaan. Dalam kondisi ini, langkah yang tepat ialah mengeluarkan lot dengan tanggal kedaluwarsa paling dekat lebih dahulu. Dasar verifikasi yang paling relevan adalah label kedaluwarsa, batch, dan hasil inspeksi mutu. Tanpa penerapan yang memadai, produk kedaluwarsa sementara lot berumur lebih panjang telah dikeluarkan; karena itu tujuannya adalah meminimalkan kehilangan karena kedaluwarsa.
20 / 20
Tujuan utama penerapan stockout dalam konteks tersebut adalah …
Your score is
The average score is 0%
Restart quiz