CPNS-Penyelenggara Penanganan LLAJ (Marka jalan & UU LLAJ)
1 / 20
Evaluasi SPM di Kabupaten Wanasari menemukan penumpang difabel sulit naik. Perbaikan prioritas adalah …
SPM diterjemahkan menjadi indikator operasional dan tindakan perbaikan yang langsung menjawab aspek layanan yang gagal.
2 / 20
Pada wilayah dengan akses operasional terbatas dan kelompok rentan yang perlu dilindungi, pemantauan triwulan di Kabupaten Tanjung Harapan menunjukkan output baru 45% ketika waktu berjalan 75%. Analisis menemukan penyebab utama berupa koordinasi lintas dinas lemah. Respons pengendalian paling tepat adalah … Jawaban harus dapat diuji ulang dengan data yang sama.
Pengendalian harus menindak penyebab deviasi melalui tindakan korektif yang spesifik, terukur, memiliki batas waktu, dan penanggung jawab.
3 / 20
Garis henti di pendekat simpang termasuk …
Garis henti melintang terhadap arah lalu lintas dan menunjukkan posisi berhenti.
4 / 20
Pada kondisi puncak layanan ketika kapasitas sistem mendekati batas, data operasi menunjukkan 90% perjalanan berangkat dalam toleransi. Kesimpulan paling tepat adalah … Pilih opsi yang paling tepat untuk mencegah kesalahan berulang.
Reliabilitas dinilai dari ketepatan waktu, regularitas headway, variasi perjalanan, dan sumber delay.
5 / 20
Data kecelakaan di Kota Kartika menunjukkan kecelakaan motor pada permukaan licin. Analisis lanjutan paling relevan adalah …
Pola tabrakan mengarahkan diagnosis faktor jalan, kendaraan, manusia, dan lingkungan sehingga treatment lebih tepat.
6 / 20
Temuan pemeliharaan di Kabupaten Lestari: permukaan jalan menutupi marka. Tindakan paling tepat adalah …
Pemeliharaan berbasis risiko mengutamakan fungsi keselamatan, kinerja visual, lokasi konflik, dan bukti pengukuran.
7 / 20
Tim Kota Mandala menemukan bahwa Renja Perangkat Daerah memuat program yang tidak dapat ditelusuri ke tujuan dan sasaran lima tahunan perangkat daerah dalam Renstra Perangkat Daerah. Tindakan korektif yang paling tepat adalah …
Konsistensi perencanaan memerlukan keterlacakan tujuan, sasaran, program, indikator, dan target antardokumen. Perubahan nama tanpa perbaikan substansi tidak menyelesaikan masalah.
8 / 20
Pada kondisi puncak layanan ketika kapasitas sistem mendekati batas, temuan lapangan berupa glass beads hilang. Interpretasi teknis paling tepat adalah … Pertimbangkan hubungan antarvariabel, bukan satu indikator secara terpisah.
Warna dan material marka menyampaikan fungsi serta memengaruhi keterlihatan. Evaluasi harus mengacu spesifikasi dan konteks pemasangan.
9 / 20
Saat tim menemukan ketidaksesuaian antara kondisi aktual dan standar, analisis permintaan di Kabupaten Sejahtera menemukan OD menunjukkan banyak perjalanan dari perumahan ke stasiun pagi hari. Rekomendasi paling tepat adalah … Pilih opsi yang tetap benar tanpa menurunkan standar teknis.
Rekomendasi jaringan dan operasi harus mengikuti pola demand menurut lokasi, waktu, tujuan, dan karakter pengguna.
10 / 20
Kondisi jaringan Kota Kartika: simpul kereta memiliki transfer buruk. Desain pelayanan paling tepat adalah …
Desain trayek harus mengikuti pola permintaan, peran koridor, hierarki jaringan, dan integrasi antarmoda.
11 / 20
Pesawat memiliki empty weight 970 kg pada arm 2.25 m, bahan bakar 140 kg pada arm 2,00 m, dan penumpang 220 kg pada arm 2,80 m. Posisi CG gabungan kira-kira …
CG = total moment/total weight = (970×2.25+140×2,00+220×2,80)/1330 ≈ 2.31 m.
12 / 20
Ketika opsi termurah belum tentu memberikan risiko terendah, pulsa LiDAR tercatat memiliki waktu tempuh pergi-pulang 84 nanodetik. Dengan kecepatan cahaya sekitar 299.792.458 m/s, jarak sensor ke objek kira-kira … Pertimbangkan hubungan antarvariabel, bukan satu indikator secara terpisah.
Jarak = c×t/2 karena waktu yang diukur adalah perjalanan pergi-pulang. Hasilnya sekitar 12.59 m.
13 / 20
Pada pemeriksaan yang menggunakan sampel independen untuk menghindari bias, pulsa LiDAR tercatat memiliki waktu tempuh pergi-pulang 60 nanodetik. Dengan kecepatan cahaya sekitar 299.792.458 m/s, jarak sensor ke objek kira-kira … Jawaban yang benar harus menjaga kepatuhan sekaligus fungsi operasional.
Jarak = c×t/2 karena waktu yang diukur adalah perjalanan pergi-pulang. Hasilnya sekitar 8.99 m.
14 / 20
Evaluasi SPM di Kabupaten Sejahtera menemukan waktu tunggu sangat tidak pasti. Perbaikan prioritas adalah …
15 / 20
Risiko program Kota Kartika berupa pergantian personel kunci dinilai memiliki kemungkinan 4 dan dampak 3 pada skala 1–5. Pilihan respons paling tepat adalah …
Skor risiko = kemungkinan × dampak = 4×3=12. Risiko signifikan memerlukan pemilik, tindakan mitigasi, indikator pemicu, dan pemantauan.
16 / 20
Jika muatan bergeser ke satu sisi, dampak stabilitas yang paling mungkin adalah …
Stabilitas dipengaruhi distribusi berat, pusat gravitasi, free surface, bentuk lambung, dan kondisi kerusakan.
17 / 20
Dalam uji kompetensi yang menilai kemampuan diagnosis, bukan hafalan istilah, makna utama marka panah lajur adalah … Opsi terbaik harus mengatasi penyebab, bukan hanya gejalanya.
Interpretasi marka harus mengikuti bentuk, pola, warna, lokasi, dan kombinasi dengan rambu/APILL.
18 / 20
Target cakupan layanan Kota Kartika tahun berjalan adalah 72%, sedangkan realisasi 64%. Interpretasi yang paling tepat adalah …
Gap target dihitung dalam poin persentase: 72−64=8. Capaian terhadap target = 64/72×100% ≈ 88.9%.
19 / 20
Pada simpang Kota Samudraya ditemukan pejalan kaki sulit menyeberang. Penanganan paling tepat adalah …
Penanganan simpang harus menargetkan konflik, keterbacaan, kapasitas, dan keselamatan pengguna rentan.
20 / 20
Kondisi jaringan Kota Andalas: permukiman menyebar menuju terminal utama. Desain pelayanan paling tepat adalah …
Your score is
The average score is 0%
Restart quiz