CPNS-Pengelola Pengadaan Barang/Jasa (E-purchasing & regulasi tender)
1 / 20
Dari 55 rekomendasi jatuh tempo, 44 telah diverifikasi efektif. Berapa persentase tindak lanjut efektif?
Persentase efektif = 44/55 × 100% = 80,00%. Status harus berdasarkan verifikasi efektivitas, bukan hanya dokumen rencana aksi.
2 / 20
Pemakaian rata-rata 90 unit per hari, lead time 5 hari, dan safety stock 180 unit. Berapa reorder point?
Reorder point = kebutuhan selama lead time + safety stock = 90×5+180 = 630 unit.
3 / 20
Auditor APIP menguji 80 transaksi dan menemukan 4 penyimpangan. Berapa tingkat penyimpangan sampel?
Tingkat penyimpangan = 4/80 × 100% = 5,00%. Rasio ini perlu dianalisis bersama desain sampel dan sifat penyimpangan sebelum diproyeksikan.
4 / 20
Seorang pranata logistik menilai penerapan fifo pada kondisi berikut: gudang menyimpan bahan kemasan tidak kedaluwarsa dalam beberapa lot dengan tanggal penerimaan berbeda. Bukti atau indikator yang paling kuat ialah …
FIFO: FIFO memprioritaskan persediaan berdasarkan urutan masuk untuk mengurangi umur simpan. Dalam kondisi ini, langkah yang tepat ialah mengeluarkan lot yang diterima lebih dahulu selama kondisi dan mutu memenuhi syarat. Dasar verifikasi yang paling relevan adalah kartu lot, tanggal penerimaan, dan jejak picking. Tanpa penerapan yang memadai, stok lama tertahan dan menjadi usang; karena itu tujuannya adalah menjaga rotasi persediaan secara tertib.
5 / 20
Seorang analis keuangan APBN merancang pengendalian untuk memastikan penerapan siklus apbn. Langkah verifikasi yang paling tepat ialah …
Siklus APBN: APBN merupakan proses siklik yang menghubungkan kebijakan, alokasi sumber daya, pelaksanaan, dan evaluasi. Dalam kondisi ini, langkah yang tepat ialah menilai usulan melalui tahapan perencanaan, penganggaran, penetapan, pelaksanaan, pelaporan, dan pertanggungjawaban yang saling terhubung. Dasar verifikasi yang paling relevan adalah dokumen perencanaan, RKA-K/L, DIPA, laporan realisasi, dan laporan kinerja. Tanpa penerapan yang memadai, kegiatan tidak selaras dengan prioritas dan sulit dipertanggungjawabkan; karena itu tujuannya adalah menjamin setiap rupiah mendukung tujuan pemerintah dan dapat dievaluasi.
6 / 20
Auditor APIP menguji 150 transaksi dan menemukan 6 penyimpangan. Berapa tingkat penyimpangan sampel?
Tingkat penyimpangan = 6/150 × 100% = 4,00%. Rasio ini perlu dianalisis bersama desain sampel dan sifat penyimpangan sebelum diproyeksikan.
7 / 20
Seorang auditor APIP menilai penerapan keandalan bukti eksternal pada kondisi berikut: auditor menerima dua dokumen yang bertentangan, yaitu rekap internal unit kerja dan konfirmasi tertulis dari bank. Bukti atau indikator yang paling kuat ialah …
Keandalan bukti eksternal: bukti yang berasal dari pihak independen dan diterima langsung auditor umumnya lebih andal. Dalam kondisi ini, langkah yang tepat ialah mengutamakan konfirmasi bank sambil menyelidiki penyebab perbedaan dengan catatan internal. Dasar verifikasi yang paling relevan adalah konfirmasi bank yang dikirim melalui saluran resmi langsung kepada tim audit. Tanpa penerapan yang memadai, salah saji dapat tidak terdeteksi karena auditor memilih sumber yang kurang independen; karena itu tujuannya adalah menilai saldo berdasarkan sumber yang paling dapat dipercaya.
8 / 20
Keputusan untuk menggunakan kontrak harga satuan dan membayar berdasarkan volume terukur terutama mencerminkan prinsip …
Kontrak harga satuan: harga satuan sesuai ketika kuantitas aktual masih dapat berubah. Dalam kondisi ini, langkah yang tepat ialah menggunakan kontrak harga satuan dan membayar berdasarkan volume terukur. Dasar verifikasi yang paling relevan adalah hasil pengukuran bersama, daftar kuantitas, dan harga satuan kontrak. Tanpa penerapan yang memadai, pembayaran tidak sesuai volume riil; karena itu tujuannya adalah menyesuaikan pembayaran dengan pekerjaan yang benar-benar dilaksanakan.
9 / 20
Saldo sistem 12.000 unit dan hasil hitung fisik 11.880 unit. Dengan pendekatan akurasi = jumlah yang cocok dibanding jumlah yang lebih besar. berapa akurasinya?
Akurasi = 11.880/12.000 × 100% = 99.00%.
10 / 20
Seorang pranata logistik menilai penerapan slotting pada kondisi berikut: item fast moving ditempatkan di rak tertinggi dan paling jauh dari area kirim. Bukti atau indikator yang paling kuat ialah …
Slotting: slotting mengoptimalkan lokasi untuk produktivitas dan keselamatan. Dalam kondisi ini, langkah yang tepat ialah menempatkan item berdasarkan frekuensi gerak, ukuran, berat, dan kompatibilitas. Dasar verifikasi yang paling relevan adalah data frekuensi picking, dimensi, dan waktu tempuh. Tanpa penerapan yang memadai, waktu picking panjang serta risiko ergonomi meningkat; karena itu tujuannya adalah mengurangi perjalanan dan handling.
11 / 20
Apabila penanganan kasus tersebut mengabaikan prinsip kinerja distribusi harus dinilai dari output dan outcome, risiko paling langsung adalah …
Evaluasi distribusi: kinerja distribusi harus dinilai dari output dan outcome. Dalam kondisi ini, langkah yang tepat ialah membandingkan realisasi, perubahan harga, akses konsumen, dan kepatuhan saluran. Dasar verifikasi yang paling relevan adalah volume, cakupan titik, harga sebelum-sesudah, dan hasil pengawasan. Tanpa penerapan yang memadai, program dianggap berhasil meskipun tidak memengaruhi pasar; karena itu tujuannya adalah mengetahui efektivitas intervensi dan memperbaiki desain.
12 / 20
Seorang pengelola PBJ merancang pengendalian untuk memastikan penerapan perencanaan kebutuhan dan rup. Langkah verifikasi yang paling tepat ialah …
Perencanaan kebutuhan dan RUP: RUP meningkatkan transparansi, persaingan, dan kesiapan pasar. Dalam kondisi ini, langkah yang tepat ialah menyusun kebutuhan secara rasional dan mengumumkan RUP sebelum pelaksanaan pemilihan sesuai jadwal. Dasar verifikasi yang paling relevan adalah dokumen kebutuhan, penganggaran, jadwal, dan publikasi RUP. Tanpa penerapan yang memadai, pengadaan tidak terencana dan kesempatan pelaku usaha terbatas; karena itu tujuannya adalah memberi visibilitas awal atas rencana pengadaan pemerintah.
13 / 20
Dari 125 rekomendasi jatuh tempo, 100 telah diverifikasi efektif. Berapa persentase tindak lanjut efektif?
Persentase efektif = 100/125 × 100% = 80,00%. Status harus berdasarkan verifikasi efektivitas, bukan hanya dokumen rencana aksi.
14 / 20
Tujuan utama penerapan analisis deviasi dalam konteks tersebut adalah …
Analisis deviasi: deviasi harus dijelaskan berdasarkan data agar keputusan perbaikan tepat sasaran. Dalam kondisi ini, langkah yang tepat ialah menganalisis penyebab, dampak, dan tindakan korektif yang realistis. Dasar verifikasi yang paling relevan adalah rencana versus realisasi, status kontrak, kendala, dan proyeksi terbaru. Tanpa penerapan yang memadai, masalah struktural ditunda hingga akhir tahun; karena itu tujuannya adalah memulihkan pelaksanaan sebelum target tidak dapat dicapai.
15 / 20
Seorang pranata logistik menilai penerapan packing pada kondisi berikut: barang rapuh dikirim dengan kemasan standar tanpa pelindung. Bukti atau indikator yang paling kuat ialah …
Packing: packing melindungi mutu serta memudahkan identifikasi selama transportasi. Dalam kondisi ini, langkah yang tepat ialah menetapkan kemasan berdasarkan karakteristik barang dan risiko distribusi. Dasar verifikasi yang paling relevan adalah standar kemasan, hasil uji, label, dan catatan kerusakan. Tanpa penerapan yang memadai, barang rusak walaupun picking benar; karena itu tujuannya adalah menjaga kondisi barang sampai diterima pengguna.
16 / 20
Seorang pranata logistik merancang pengendalian untuk memastikan penerapan shrinkage. Langkah verifikasi yang paling tepat ialah …
Shrinkage: shrinkage mencakup kehilangan akibat pencurian, kerusakan, atau kesalahan pencatatan. Dalam kondisi ini, langkah yang tepat ialah menyelidiki selisih, memperkuat kontrol akses, dan merekonsiliasi transaksi. Dasar verifikasi yang paling relevan adalah hasil hitung fisik, CCTV, log akses, dan dokumen mutasi. Tanpa penerapan yang memadai, kehilangan berulang tidak diketahui penyebabnya; karena itu tujuannya adalah menekan kehilangan persediaan.
17 / 20
Keputusan untuk membekukan mutasi secara terkendali, menghitung fisik, dan merekonsiliasi hasil terutama mencerminkan prinsip …
Stock opname: stock opname memberikan verifikasi periodik atas keberadaan dan kondisi persediaan. Dalam kondisi ini, langkah yang tepat ialah membekukan mutasi secara terkendali, menghitung fisik, dan merekonsiliasi hasil. Dasar verifikasi yang paling relevan adalah lembar hitung independen, test count, dan berita acara. Tanpa penerapan yang memadai, laporan persediaan tidak sesuai kondisi nyata; karena itu tujuannya adalah memastikan catatan sesuai barang yang tersedia.
18 / 20
Seorang auditor APIP merancang pengendalian untuk memastikan penerapan observasi persediaan. Langkah verifikasi yang paling tepat ialah …
Observasi persediaan: observasi dan penghitungan ulang diperlukan untuk menguji keberadaan serta cut-off persediaan. Dalam kondisi ini, langkah yang tepat ialah menghadiri penghitungan fisik, melakukan test count dua arah, dan menelusuri mutasi sekitar tanggal penghitungan. Dasar verifikasi yang paling relevan adalah lembar hitung fisik bertanda tangan, test count auditor, dan dokumen keluar-masuk sekitar tanggal stok opname. Tanpa penerapan yang memadai, selisih fisik dan transaksi lintas periode tidak teridentifikasi; karena itu tujuannya adalah memastikan jumlah tercatat sesuai barang yang benar-benar tersedia.
19 / 20
Pagu Rp9.000.000.000, realisasi pembayaran Rp3.750.000.000, dan komitmen sah yang belum dibayar Rp1.500.000.000. Berapa sisa pagu yang belum terikat?
Sisa pagu belum terikat = pagu − pembayaran − komitmen = Rp3.750.000.000.
20 / 20
Seorang auditor APIP menghadapi kondisi berikut: auditee menyatakan aplikasi otomatis menolak transaksi yang melebihi pagu, tetapi tidak ada bukti pengujian kontrol tersebut. Tindakan paling tepat adalah …
Pelaksanaan ulang prosedur: pelaksanaan ulang memberi bukti langsung mengenai efektivitas pengendalian otomatis. Dalam kondisi ini, langkah yang tepat ialah melakukan reperformance dengan data uji yang mencakup transaksi di bawah, sama dengan, dan di atas pagu. Dasar verifikasi yang paling relevan adalah hasil uji sistem, log penolakan, dan tangkapan konfigurasi yang dapat diverifikasi. Tanpa penerapan yang memadai, auditor menerima klaim kontrol yang sebenarnya tidak berjalan; karena itu tujuannya adalah membuktikan bahwa kontrol berfungsi sebagaimana dirancang.
Your score is
The average score is 0%
Restart quiz