CPNS-Auditor APIP (Bukti audit & kode etik pengawasan)
1 / 20
Seorang pranata logistik menilai penerapan picking pada kondisi berikut: kesalahan pengambilan sering terjadi karena item mirip disimpan berdekatan. Bukti atau indikator yang paling kuat ialah …
Picking: picking harus menghasilkan barang yang tepat untuk permintaan yang tepat. Dalam kondisi ini, langkah yang tepat ialah menggunakan verifikasi kode barang, lot, kuantitas, dan lokasi pada saat picking. Dasar verifikasi yang paling relevan adalah pick list, barcode scan, dan pemeriksaan kedua untuk item kritis. Tanpa penerapan yang memadai, pengiriman salah dan retur meningkat; karena itu tujuannya adalah meningkatkan akurasi pemenuhan permintaan.
2 / 20
Keputusan untuk mengidentifikasi indikator manfaat perusahaan sesuai ketentuan dan menyediakan bukti terutama mencerminkan prinsip …
Bobot Manfaat Perusahaan: BMP mengukur manfaat tertentu dari keberadaan serta kegiatan perusahaan di Indonesia. Dalam kondisi ini, langkah yang tepat ialah mengidentifikasi indikator manfaat perusahaan sesuai ketentuan dan menyediakan bukti. Dasar verifikasi yang paling relevan adalah dokumen investasi, tenaga kerja, pajak, pengembangan, dan indikator yang dipersyaratkan. Tanpa penerapan yang memadai, nilai manfaat perusahaan salah dihitung; karena itu tujuannya adalah melengkapi penilaian kontribusi selain komponen produk.
3 / 20
Seorang pengelola PBJ merancang pengendalian untuk memastikan penerapan etika pengadaan dan konflik kepentingan. Langkah verifikasi yang paling tepat ialah …
Etika pengadaan dan konflik kepentingan: pelaku pengadaan harus menghindari konflik kepentingan dan bertindak profesional. Dalam kondisi ini, langkah yang tepat ialah mengungkapkan konflik dan mengundurkan diri dari proses evaluasi. Dasar verifikasi yang paling relevan adalah deklarasi konflik, data hubungan, dan keputusan penggantian anggota. Tanpa penerapan yang memadai, hasil pemilihan dianggap bias dan dapat disengketakan; karena itu tujuannya adalah menjaga keadilan serta kepercayaan pada proses.
4 / 20
Apabila penanganan kasus tersebut mengabaikan prinsip kemitraan berkelanjutan memerlukan pembagian risiko dan manfaat yang jelas, risiko paling langsung adalah …
Kemitraan usaha: kemitraan berkelanjutan memerlukan pembagian risiko dan manfaat yang jelas. Dalam kondisi ini, langkah yang tepat ialah memfasilitasi kesepakatan tertulis mengenai mutu, volume, harga, pembayaran, dan pengembangan pemasok. Dasar verifikasi yang paling relevan adalah kontrak, standar mutu, forecast, dan catatan kinerja. Tanpa penerapan yang memadai, IKM menanggung risiko sepihak dan hubungan cepat berakhir; karena itu tujuannya adalah menghubungkan IKM ke rantai pasok yang stabil.
5 / 20
Apabila penanganan kasus tersebut mengabaikan prinsip hps merupakan perkiraan harga yang disusun secara keahlian untuk menilai kewajaran penawaran, risiko paling langsung adalah …
HPS: HPS merupakan perkiraan harga yang disusun secara keahlian untuk menilai kewajaran penawaran. Dalam kondisi ini, langkah yang tepat ialah memperbarui analisis harga dengan data yang dapat dipertanggungjawabkan dan kondisi terkini. Dasar verifikasi yang paling relevan adalah survei pasar, kontrak sejenis, indeks harga, dan struktur biaya. Tanpa penerapan yang memadai, harga terlalu tinggi atau terlalu rendah sehingga pemilihan tidak optimal; karena itu tujuannya adalah menjadi alat menilai kewajaran, bukan batas keuntungan penyedia.
6 / 20
Tujuan utama penerapan komitmen dan pembayaran dalam konteks tersebut adalah …
Komitmen dan pembayaran: pembayaran merupakan penyelesaian atas kewajiban yang telah timbul secara sah dan terverifikasi. Dalam kondisi ini, langkah yang tepat ialah menguji hak tagih, kinerja kontrak, penerimaan barang, dan kelengkapan dokumen sebelum pembayaran. Dasar verifikasi yang paling relevan adalah kontrak, BAST, faktur, berita acara pemeriksaan, dan bukti perpajakan. Tanpa penerapan yang memadai, negara membayar barang atau jasa yang belum diterima atau tidak sesuai; karena itu tujuannya adalah memastikan pembayaran tepat jumlah, tepat pihak, dan tepat dasar.
7 / 20
Seorang auditor APIP menilai penerapan pemantauan tindak lanjut pada kondisi berikut: unit menyatakan rekomendasi selesai karena telah menerbitkan surat edaran, tetapi praktik lapangan belum berubah. Bukti atau indikator yang paling kuat ialah …
Pemantauan tindak lanjut: tindak lanjut dinyatakan selesai bila tindakan perbaikan efektif atau risiko telah diterima secara sah. Dalam kondisi ini, langkah yang tepat ialah memverifikasi efektivitas tindakan melalui bukti implementasi dan pengujian hasil. Dasar verifikasi yang paling relevan adalah bukti penerapan, hasil uji kontrol, dan tren kejadian setelah perbaikan. Tanpa penerapan yang memadai, status selesai semu sementara risiko tetap tinggi; karena itu tujuannya adalah memastikan manfaat pengawasan benar-benar terwujud.
8 / 20
Seorang pranata logistik menghadapi kondisi berikut: harga beras meningkat di wilayah non-sentra, tetapi distribusi tambahan diarahkan merata tanpa data. Tindakan paling tepat adalah …
Operasi pasar pangan: operasi pasar harus terukur, tepat sasaran, dan didukung pemantauan harga serta stok. Dalam kondisi ini, langkah yang tepat ialah memprioritaskan wilayah dengan harga tinggi, pasokan terbatas, dan sasaran konsumen yang jelas. Dasar verifikasi yang paling relevan adalah panel harga harian, stok wilayah, saluran distribusi, dan realisasi penjualan. Tanpa penerapan yang memadai, intervensi tidak menekan harga di lokasi yang membutuhkan; karena itu tujuannya adalah menstabilkan pasokan dan harga bagi konsumen.
9 / 20
Tujuan utama penerapan kpa dan tanggung jawab pelaksanaan dalam konteks tersebut adalah …
KPA dan tanggung jawab pelaksanaan: pendelegasian pekerjaan administratif tidak menghilangkan tanggung jawab pejabat atas pelaksanaan anggaran. Dalam kondisi ini, langkah yang tepat ialah menetapkan pembagian tugas, memantau capaian, dan mengambil keputusan sesuai kewenangan sebagai KPA. Dasar verifikasi yang paling relevan adalah surat keputusan, laporan monitoring, dan bukti reviu KPA. Tanpa penerapan yang memadai, keputusan anggaran berjalan tanpa akuntabilitas pejabat; karena itu tujuannya adalah memastikan pelaksanaan sesuai DIPA, target kinerja, dan ketentuan.
10 / 20
Keputusan untuk mengelompokkan item berdasarkan kontribusi nilai atau kritikalitas untuk menentukan intensitas kontrol terutama mencerminkan prinsip …
Klasifikasi ABC: analisis ABC memusatkan perhatian pada item yang paling bernilai. Dalam kondisi ini, langkah yang tepat ialah mengelompokkan item berdasarkan kontribusi nilai atau kritikalitas untuk menentukan intensitas kontrol. Dasar verifikasi yang paling relevan adalah nilai pemakaian tahunan, harga, dan frekuensi permintaan. Tanpa penerapan yang memadai, sumber daya kontrol habis pada item tidak material; karena itu tujuannya adalah mengalokasikan pengendalian secara proporsional.
11 / 20
Rencana penarikan dana sampai triwulan ini Rp20.000.000.000, sedangkan realisasi Rp17.500.000.000. Berapa deviasi realisasi terhadap rencana?
Deviasi = realisasi − rencana = Rp17.500.000.000 − Rp20.000.000.000 = Rp2.500.000.000 di bawah rencana.
12 / 20
Seorang pengelola PBJ merancang pengendalian untuk memastikan penerapan evaluasi harga terendah. Langkah verifikasi yang paling tepat ialah …
Evaluasi harga terendah: harga terendah tepat bila harga menjadi pembeda utama setelah persyaratan teknis terpenuhi. Dalam kondisi ini, langkah yang tepat ialah menetapkan pemenang berdasarkan harga terendah di antara penawaran yang memenuhi teknis. Dasar verifikasi yang paling relevan adalah hasil evaluasi teknis dan koreksi aritmatik penawaran. Tanpa penerapan yang memadai, harga murah dipilih meskipun tidak memenuhi spesifikasi; karena itu tujuannya adalah mendapatkan kebutuhan standar dengan biaya efisien.
13 / 20
Auditor APIP menguji 80 transaksi dan menemukan 4 penyimpangan. Berapa tingkat penyimpangan sampel?
Tingkat penyimpangan = 4/80 × 100% = 5,00%. Rasio ini perlu dianalisis bersama desain sampel dan sifat penyimpangan sebelum diproyeksikan.
14 / 20
Pagu sebuah output Rp30.000.000.000 dan realisasi keuangannya Rp22.500.000.000. Berapa tingkat penyerapan?
Penyerapan = realisasi/pagu × 100% = Rp22.500.000.000/Rp30.000.000.000 × 100% = 75,00%. Nilai ini harus dibaca bersama capaian output.
15 / 20
Seorang analis keuangan APBN menilai penerapan analisis deviasi pada kondisi berikut: realisasi triwulan kedua jauh di bawah rencana tetapi unit hanya menaikkan target bulan berikutnya. Bukti atau indikator yang paling kuat ialah …
Analisis deviasi: deviasi harus dijelaskan berdasarkan data agar keputusan perbaikan tepat sasaran. Dalam kondisi ini, langkah yang tepat ialah menganalisis penyebab, dampak, dan tindakan korektif yang realistis. Dasar verifikasi yang paling relevan adalah rencana versus realisasi, status kontrak, kendala, dan proyeksi terbaru. Tanpa penerapan yang memadai, masalah struktural ditunda hingga akhir tahun; karena itu tujuannya adalah memulihkan pelaksanaan sebelum target tidak dapat dicapai.
16 / 20
Tujuan utama penerapan perubahan kontrak dalam konteks tersebut adalah …
Perubahan kontrak: perubahan kontrak harus sah, diperlukan, terdokumentasi, dan tidak menyamarkan pengadaan baru. Dalam kondisi ini, langkah yang tepat ialah menganalisis dasar, dampak biaya, waktu, dan kewenangan sebelum menandatangani adendum. Dasar verifikasi yang paling relevan adalah analisis teknis, negosiasi, ketersediaan anggaran, dan adendum. Tanpa penerapan yang memadai, lingkup membesar tanpa kompetisi atau anggaran; karena itu tujuannya adalah menyesuaikan kontrak terhadap kondisi sah sambil menjaga akuntabilitas.
17 / 20
Seorang pengelola PBJ menilai penerapan sistem nilai pada kondisi berikut: pengadaan perangkat terintegrasi memiliki perbedaan signifikan dalam kinerja, layanan purnajual, dan harga. Bukti atau indikator yang paling kuat ialah …
Sistem nilai: sistem nilai memperhitungkan kualitas teknis dan harga secara terukur. Dalam kondisi ini, langkah yang tepat ialah menggunakan sistem nilai dengan bobot teknis dan harga yang diumumkan sejak awal. Dasar verifikasi yang paling relevan adalah matriks penilaian, bukti uji teknis, dan perhitungan skor. Tanpa penerapan yang memadai, pemenang dipilih berdasarkan penilaian subjektif yang tidak diumumkan; karena itu tujuannya adalah memilih kombinasi kualitas dan biaya yang paling bernilai.
18 / 20
Keputusan untuk mengukur output, adopsi, perubahan produktivitas, akses pasar, dan keberlanjutan terutama mencerminkan prinsip …
Monitoring program: indikator program harus melampaui aktivitas menuju hasil. Dalam kondisi ini, langkah yang tepat ialah mengukur output, adopsi, perubahan produktivitas, akses pasar, dan keberlanjutan. Dasar verifikasi yang paling relevan adalah data sebelum-sesudah, bukti adopsi, penjualan, dan produktivitas. Tanpa penerapan yang memadai, program tampak berhasil meski tidak menghasilkan dampak; karena itu tujuannya adalah menilai efektivitas kebijakan pembinaan.
19 / 20
Nilai pemakaian tahunan Rp4.800.000.000 dan rata-rata persediaan Rp1.600.000.000. Berapa inventory turnover?
Inventory turnover = pemakaian tahunan/rata-rata persediaan = 3,00 kali,
20 / 20
Seorang pengelola PBJ menghadapi kondisi berikut: unit mengumumkan paket setelah proses pemilihan hampir selesai sehingga pelaku usaha tidak memperoleh informasi awal. Tindakan paling tepat adalah …
Perencanaan kebutuhan dan RUP: RUP meningkatkan transparansi, persaingan, dan kesiapan pasar. Dalam kondisi ini, langkah yang tepat ialah menyusun kebutuhan secara rasional dan mengumumkan RUP sebelum pelaksanaan pemilihan sesuai jadwal. Dasar verifikasi yang paling relevan adalah dokumen kebutuhan, penganggaran, jadwal, dan publikasi RUP. Tanpa penerapan yang memadai, pengadaan tidak terencana dan kesempatan pelaku usaha terbatas; karena itu tujuannya adalah memberi visibilitas awal atas rencana pengadaan pemerintah.
Your score is
The average score is 0%
Restart quiz