CPNS-Auditor APIP (Bukti audit & kode etik pengawasan)
1 / 20
Seorang pengelola PBJ menilai penerapan pengadaan langsung pekerjaan konstruksi pada kondisi berikut: pemeliharaan konstruksi sederhana diperkirakan Rp350 juta dan tidak dapat dibeli melalui katalog. Bukti atau indikator yang paling kuat ialah …
Pengadaan langsung pekerjaan konstruksi: pengadaan langsung pekerjaan konstruksi dapat digunakan sampai batas paling banyak Rp400 juta. Dalam kondisi ini, langkah yang tepat ialah menggunakan pengadaan langsung konstruksi dengan persyaratan teknis dan kewajaran harga yang memadai. Dasar verifikasi yang paling relevan adalah HPS, ruang lingkup, klasifikasi usaha, dan dokumen pemilihan. Tanpa penerapan yang memadai, pemilihan tidak sesuai metode atau mutu pekerjaan tidak terjaga; karena itu tujuannya adalah melaksanakan paket konstruksi kecil secara efisien.
2 / 20
Dalam sampel 75 transaksi dari populasi 750 transaksi homogen, salah saji bersih yang ditemukan Rp4.500.000. Dengan proyeksi sederhana berbasis rata-rata per transaksi, berapa estimasi salah saji populasi?
Rata-rata salah saji per transaksi = Rp4.500.000/75. Proyeksi = rata-rata tersebut × 750 = Rp45.000.000. Auditor tetap harus mempertimbangkan risiko sampling dan karakter populasi.
3 / 20
Keputusan untuk memperlakukan pagu indikatif sebagai batas awal perencanaan yang masih dapat berubah sebelum alokasi final terutama mencerminkan prinsip …
Pagu indikatif: pagu indikatif menjadi acuan awal penyusunan rencana kerja dan anggaran, bukan dasar membuat komitmen belanja. Dalam kondisi ini, langkah yang tepat ialah memperlakukan pagu indikatif sebagai batas awal perencanaan yang masih dapat berubah sebelum alokasi final. Dasar verifikasi yang paling relevan adalah surat pagu indikatif dan dokumen pembahasan prioritas. Tanpa penerapan yang memadai, komitmen dibuat tanpa dasar anggaran final; karena itu tujuannya adalah memberi arah awal alokasi sambil menjaga ruang penajaman kebijakan.
4 / 20
Seorang pranata logistik menilai penerapan safety stock pada kondisi berikut: permintaan dan lead time berfluktuasi sehingga stok sering habis sebelum pasokan tiba. Bukti atau indikator yang paling kuat ialah …
Safety stock: safety stock melindungi operasi dari ketidakpastian permintaan dan lead time. Dalam kondisi ini, langkah yang tepat ialah menetapkan safety stock berdasarkan variabilitas dan tingkat layanan yang diinginkan. Dasar verifikasi yang paling relevan adalah riwayat deviasi permintaan, lead time, dan kejadian stockout. Tanpa penerapan yang memadai, layanan terganggu atau safety stock berlebihan; karena itu tujuannya adalah menyeimbangkan risiko stockout dan biaya simpan.
5 / 20
Seorang analis keuangan APBN merancang pengendalian untuk memastikan penerapan reviu angka dasar. Langkah verifikasi yang paling tepat ialah …
Reviu angka dasar: angka dasar harus mencerminkan kebutuhan berkelanjutan yang efisien, bukan sekadar menyalin anggaran lama. Dalam kondisi ini, langkah yang tepat ialah meninjau ulang kebutuhan berulang, kebijakan berjalan, volume, dan parameter biaya sebelum menetapkan baseline. Dasar verifikasi yang paling relevan adalah realisasi historis, kontrak berlanjut, perubahan kebijakan, dan evaluasi output. Tanpa penerapan yang memadai, inefisiensi lama otomatis terbawa ke tahun berikutnya; karena itu tujuannya adalah menyediakan baseline realistis untuk ruang fiskal dan inisiatif baru.
6 / 20
Apabila penanganan kasus tersebut mengabaikan prinsip perubahan kontrak harus sah, diperlukan, terdokumentasi, dan tidak menyamarkan pengadaan baru, risiko paling langsung adalah …
Perubahan kontrak: perubahan kontrak harus sah, diperlukan, terdokumentasi, dan tidak menyamarkan pengadaan baru. Dalam kondisi ini, langkah yang tepat ialah menganalisis dasar, dampak biaya, waktu, dan kewenangan sebelum menandatangani adendum. Dasar verifikasi yang paling relevan adalah analisis teknis, negosiasi, ketersediaan anggaran, dan adendum. Tanpa penerapan yang memadai, lingkup membesar tanpa kompetisi atau anggaran; karena itu tujuannya adalah menyesuaikan kontrak terhadap kondisi sah sambil menjaga akuntabilitas.
7 / 20
Dalam sampel 60 transaksi dari populasi 600 transaksi homogen, salah saji bersih yang ditemukan Rp1.800.000. Dengan proyeksi sederhana berbasis rata-rata per transaksi, berapa estimasi salah saji populasi?
Rata-rata salah saji per transaksi = Rp1.800.000/60. Proyeksi = rata-rata tersebut × 600 = Rp18.000.000. Auditor tetap harus mempertimbangkan risiko sampling dan karakter populasi.
8 / 20
Tujuan utama penerapan sertifikasi produk dalam konteks tersebut adalah …
Sertifikasi produk: sertifikasi memberikan bukti pihak ketiga atas pemenuhan persyaratan. Dalam kondisi ini, langkah yang tepat ialah memetakan persyaratan, memperbaiki proses, dan menjalani pengujian atau sertifikasi yang relevan. Dasar verifikasi yang paling relevan adalah standar, laporan uji, audit, dan sertifikat. Tanpa penerapan yang memadai, produk ditolak atau konsumen tidak percaya; karena itu tujuannya adalah membuka akses pasar dan menjamin konsistensi.
9 / 20
Kapasitas terpasang 7.500 unit per bulan dan produksi aktual 5.250 unit. Berapa capacity utilization?
Utilisasi kapasitas = produksi aktual/kapasitas terpasang × 100% = 70,00%.
10 / 20
Apabila penanganan kasus tersebut mengabaikan prinsip pembayaran langsung mengurangi risiko kas pada bendahara untuk kewajiban kepada penyedia atau penerima, risiko paling langsung adalah …
Pembayaran langsung: pembayaran langsung mengurangi risiko kas pada bendahara untuk kewajiban kepada penyedia atau penerima. Dalam kondisi ini, langkah yang tepat ialah menggunakan mekanisme pembayaran langsung kepada pihak berhak sesuai dokumen kontrak. Dasar verifikasi yang paling relevan adalah SPP-LS, SPM, SP2D, dan rekening pihak berhak. Tanpa penerapan yang memadai, risiko penguasaan kas serta pemecahan transaksi meningkat; karena itu tujuannya adalah menyalurkan dana langsung kepada penerima yang sah.
11 / 20
Tujuan utama penerapan dispatch dalam konteks tersebut adalah …
Dispatch: dispatch memastikan barang yang telah disiapkan benar-benar dikirim kepada tujuan yang sah. Dalam kondisi ini, langkah yang tepat ialah melakukan final check, penyegelan, dan pencatatan waktu serta kendaraan. Dasar verifikasi yang paling relevan adalah surat jalan, manifest, nomor segel, dan bukti serah terima. Tanpa penerapan yang memadai, muatan salah, hilang, atau sulit dilacak; karena itu tujuannya adalah menjamin pelepasan barang terkendali.
12 / 20
Apabila penanganan kasus tersebut mengabaikan prinsip segregation of duties mengurangi peluang kesalahan dan kecurangan tanpa deteksi, risiko paling langsung adalah …
Pemisahan fungsi: segregation of duties mengurangi peluang kesalahan dan kecurangan tanpa deteksi. Dalam kondisi ini, langkah yang tepat ialah memisahkan fungsi otorisasi, penerimaan, pencatatan, dan pembayaran. Dasar verifikasi yang paling relevan adalah matriks kewenangan, spesimen tanda tangan, dan log persetujuan. Tanpa penerapan yang memadai, transaksi fiktif dapat dibuat dan disembunyikan oleh satu orang; karena itu tujuannya adalah menciptakan checks and balances dalam pelaksanaan anggaran.
13 / 20
Seorang pranata logistik menilai penerapan traceability lot pada kondisi berikut: produk ditarik dari pasar tetapi gudang tidak dapat menentukan pelanggan penerima lot terdampak. Bukti atau indikator yang paling kuat ialah …
Traceability lot: traceability memungkinkan penelusuran cepat terhadap barang bermasalah. Dalam kondisi ini, langkah yang tepat ialah mencatat hubungan lot dari penerimaan, penyimpanan, sampai pengiriman. Dasar verifikasi yang paling relevan adalah nomor lot, transaksi keluar, dan penerima. Tanpa penerapan yang memadai, recall meluas atau tidak tepat sasaran; karena itu tujuannya adalah membatasi dampak masalah mutu.
14 / 20
Seorang auditor APIP menghadapi kondisi berikut: laporan audit diterbitkan delapan bulan setelah pekerjaan lapangan sehingga kondisi dan pejabat terkait telah berubah. Tindakan paling tepat adalah …
Ketepatan waktu laporan: nilai informasi menurun jika komunikasi hasil terlambat. Dalam kondisi ini, langkah yang tepat ialah menyelesaikan proses reviu dan komunikasi secara tepat waktu dengan tetap memenuhi standar mutu. Dasar verifikasi yang paling relevan adalah timeline penugasan, tanggal penyelesaian prosedur, dan alasan keterlambatan. Tanpa penerapan yang memadai, rekomendasi kehilangan relevansi dan risiko terus berlangsung; karena itu tujuannya adalah memungkinkan manajemen bertindak ketika informasi masih berguna.
15 / 20
Seorang auditor APIP merancang pengendalian untuk memastikan penerapan kompetensi auditor. Langkah verifikasi yang paling tepat ialah …
Kompetensi auditor: penugasan harus didukung pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan kolektif yang memadai. Dalam kondisi ini, langkah yang tepat ialah menambahkan auditor atau tenaga ahli yang kompeten serta menetapkan ruang kerja yang jelas. Dasar verifikasi yang paling relevan adalah profil kompetensi, sertifikasi, pengalaman, dan hasil kerja tenaga ahli. Tanpa penerapan yang memadai, simpulan teknis keliru karena keterbatasan keahlian; karena itu tujuannya adalah memastikan prosedur dan penilaian sesuai kompleksitas objek.
16 / 20
Seorang penyuluh perindustrian menilai penerapan sertifikasi tkdn pada kondisi berikut: IKM mencantumkan angka TKDN pada brosur tanpa proses sertifikasi atau dasar yang dapat diuji. Bukti atau indikator yang paling kuat ialah …
Sertifikasi TKDN: nilai TKDN dan BMP memperoleh kepastian melalui proses sertifikasi yang diatur. Dalam kondisi ini, langkah yang tepat ialah mengajukan penghitungan dan verifikasi sesuai Permenperin 35 Tahun 2025. Dasar verifikasi yang paling relevan adalah data biaya, dokumen asal, proses produksi, dan hasil verifikasi. Tanpa penerapan yang memadai, klaim tidak sah menyesatkan pembeli dan berisiko sanksi; karena itu tujuannya adalah memberikan bukti resmi atas kandungan dalam negeri.
17 / 20
Seorang penyuluh perindustrian menilai penerapan monitoring program pada kondisi berikut: program melaporkan jumlah peserta seminar sebagai satu-satunya keberhasilan. Bukti atau indikator yang paling kuat ialah …
Monitoring program: indikator program harus melampaui aktivitas menuju hasil. Dalam kondisi ini, langkah yang tepat ialah mengukur output, adopsi, perubahan produktivitas, akses pasar, dan keberlanjutan. Dasar verifikasi yang paling relevan adalah data sebelum-sesudah, bukti adopsi, penjualan, dan produktivitas. Tanpa penerapan yang memadai, program tampak berhasil meski tidak menghasilkan dampak; karena itu tujuannya adalah menilai efektivitas kebijakan pembinaan.
18 / 20
Keputusan untuk memastikan pagu tersedia dan revisi efektif sebelum menimbulkan komitmen terutama mencerminkan prinsip …
Ketersediaan anggaran: komitmen hanya boleh dibuat dalam batas anggaran yang sah dan tersedia. Dalam kondisi ini, langkah yang tepat ialah memastikan pagu tersedia dan revisi efektif sebelum menimbulkan komitmen. Dasar verifikasi yang paling relevan adalah DIPA terakhir, kartu pengawasan kontrak, dan sisa pagu. Tanpa penerapan yang memadai, terjadi komitmen tanpa pendanaan dan potensi tunggakan; karena itu tujuannya adalah menjaga disiplin fiskal serta kepastian pembayaran.
19 / 20
Keputusan untuk melaksanakan pemantauan berkelanjutan, penilaian internal berkala, serta evaluasi eksternal sesuai ketentuan terutama mencerminkan prinsip …
Penjaminan dan peningkatan kualitas: program kualitas harus menilai kesesuaian terhadap standar sekaligus peluang peningkatan efisiensi dan efektivitas. Dalam kondisi ini, langkah yang tepat ialah melaksanakan pemantauan berkelanjutan, penilaian internal berkala, serta evaluasi eksternal sesuai ketentuan. Dasar verifikasi yang paling relevan adalah hasil self-assessment, reviu berkas, survei pemangku kepentingan, dan rencana perbaikan. Tanpa penerapan yang memadai, kelemahan metodologi berulang tanpa terdeteksi; karena itu tujuannya adalah menjaga dan meningkatkan mutu serta kredibilitas APIP.
20 / 20
Tujuan utama penerapan karantina dalam konteks tersebut adalah …
Karantina: barang berstatus belum disetujui tidak boleh tersedia untuk picking. Dalam kondisi ini, langkah yang tepat ialah memisahkan secara fisik dan sistem dengan status karantina. Dasar verifikasi yang paling relevan adalah label karantina, hasil uji, dan otorisasi pelepasan. Tanpa penerapan yang memadai, barang tidak memenuhi mutu terdistribusi; karena itu tujuannya adalah mencegah penggunaan sebelum keputusan mutu.
Your score is
The average score is 0%
Restart quiz